
Ilustrasi bayi yang sedang menggunakan baby walker (pexels)
JawaPos.com – Baby walker adalah alat yang berbentuk seperti kursi yang dilengkapi roda yang dapat berputar ke segala arah saat bayi mendorong dengan kakinya.
Baby walker ini memang dirancang khusus untuk membantu bayi belajar berjalan tanpa perlu dipegangi oleh orang tua.
Tidak sedikit orang tua yang masih menggunakan baby walker untuk melatih si kecil berjalan namun beberapa dari mereka belum memahami sepenuhnya bahaya dan efek samping dari penggunaan alat ini.
Asosiasi profesi dokter spesialis anak terbesar di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics telah melarang penggunaan baby walker karena banyaknya kasus kecelakaan bayi.
Dilansir dari laman Siloam Hospitals, ada beberapa bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan baby walker diantaranya :
1. Ada potensi bayi terjatuh
Salah satu bahaya yang disebabkan oleh penggunaan baby walker adalah ada potensi bayi terjatuh.
Bayi yang menggunakan alat ini cenderung memiliki risiko kecelakaan lebih besar mulai dari terjatuh dari tangga, menabrak benda bahkan bisa terjatuh tepi tangga yang tinggi.
Potensi kecelakaan bayi jatuh karena baby walker disebabkan karena bayi belum memiliki keterampilan motorik dan keseimbangan tubuh yang cukup.
2. Bayi dapat menggapai benda berbahaya
Bayi yang menggunakan baby walker cenderung membuat bayi lebih mudah menggapai benda-benda di sekitarnya termasuk benda-benda yang berbahaya.
Baca Juga: Lanjutkan Aktivitas Solo, Taemin SHINee Bergabung dengan Agensi Big Planet Made Entertainment
Mulai dari bahan kimia, obat-obatan, benda panas, atau benda tajam. Hal ini tentu bisa menjadi risiko saat bayi mengambil dan memakan benda-benda yang diraih.
3. Bayi dapat bergerak terlalu cepat
Jika di awal tujuan orang tua menggunakan alat ini agar anak bisa belajar berjalan, namun nyatanya bayi justru bergerak terlalu cepat dan memicu potensi bahaya.
