
5 Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Asam Lambung. (Freepik.com)
JawaPos.com -- Penyakit asam lambung menjadi masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Ada beberapa gejala terjadinya penyakit asam lambung, seperti nyeri di ulu hati, rasa panas di dada, dan mual.
Salah satu cara untuk mencegah kambuhnya penyakit asam lambung yaitu dengan menghindari makanan tertentu yang dapat memicu naiknya penyakit asam lambung.
Untuk itu, bagi penderita asam lambung harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar tidak memperparah penyakit asam lambung.
Dilansir dari akun YouTube Kunci Sehat pada Rabu (1/1), berikut ini merupakan lima makanan pantangan bagi penderita asam lambung.
Makanan pertama yang harus dihindari bagi penderita asam lambung, yaitu cokelat. Perlu diketahui bahwa cokelat memang memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan.
Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, cokelat bisa menyebabkan gejala penyakit asam lambung kambuh bahkan dapat memperburuk gejala yang muncul.
Hal ini karena cokelat mengandung methylxanthine yang dapat menyebabkan sfingter esofagus bagian bawah menjadi lebih rileks. Sehingga dapat memicu munculnya gejala asam lambung dan memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Jika hal itu terjadi, maka akan membuat penderita asam lambung merasakan sensasi perih atau panas di bagian dada dan leher.
Makanan selanjutnya yang tidak boleh dikonsumsi bagi penderita asam lambung, yaitu makanan pedas. Hal ini karena makanan pedas umumnya terbuat dari cabai yang memiliki kandungan capsaicin.
Senyawa tersebut dapat memicu gejala asam lambung naik dan iritasi pada lambung. Selain itu, capsaicin juga dapat memperlambat pencernaan, membuat makanan berada di lambung lebih lama. Sehingga mendorong peningkatan produksi asam lambung untuk mempercepat proses pencernaan.
Oleh karena itu, penderita asam lambung sangat dianjurkan untuk menghindari makanan-makanan pedas.
Selain makanan pedas, makanan berlemak bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung. Lemak merupakan salah satu faktor yang menyebabkan relaksasi sfingter esofagus dan membuat asam lambung menjadi naik.
Tak hanya itu saja, makanan tinggi lemak juga membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Akibatnya organ lambung memerlukan waktu lama untuk melakukan pengosongan sehingga dapat meningkatkan produksi asam lambung.
