
Ilustrasi orang bercakap-cakap. (Pexels)
Menciptakan suasana yang lebih santai dapat membantu memperlancar percakapan dan membuatnya lebih nyaman.
Kadang-kadang percakapan menjadi canggung sebab perbedaan pendapat. Dalam situasi seperti ini, usahakan mencari titik temu.
Tunjukkan empati kepada orang lain dan cobalah memahami bagaimana mereka melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Dengan cara ini, kamu bisa menghargai perspektif orang lain tanpa perlu mengubah pandanganmu sendiri.
Jika kamu merasa kesusahan menemukan kata-kata dalam percakapan, cobalah menyampaikan kembali apa yang baru saja didengar dari orang lain.
Misalnya, jika seorang teman baru di sekolah merasa kecewa sebab nilai buruk pada tugas, kamu bisa mengatakan sesuatu seperti, "Sepertinya kamu benar-benar merasa kesal dengan nilaimu pada proyek itu."
Orang biasanya hanya ingin perasaan mereka diakui, bukan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Dengan melakukan ini, kamu tidak hanya membantu temanmu merasa didengar, tetapi juga mengurangi tekanan untuk mencari apa yang harus dikatakan selanjutnya.
Topik baru adalah pilihan yang tepat guna mengisi jeda dalam percakapan. Siapkan beberapa topik yang bisa dibicarakan saat merasa percakapan mulai terhenti.
Contoh topik yang dapat digunakan termasuk acara televisi yang sedang populer, hal-hal yang kalian berdua minati seperti ujian yang akan datang, atau berita terkini.
Pastikan bahwa topik yang kamu pilih menarik bagi lawan bicaramu. Topik baru juga efektif untuk percakapan ringan dengan orang yang belum kamu kenal. Bahkan pembicaraan mengenai cuaca bisa menjadi pembuka yang baik.
Kamu juga bisa mencari tahu lebih banyak tentang orang yang akan ditemui dan menyiapkan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan minat mereka.
Memberikan pujian yang tulus, misalnya tentang pakaian atau gaya rambut, di mana ini bisa menjadi cara yang baik untuk memulai percakapan.
Tidak setiap situasi membutuhkan percakapan. Meskipun berbicara dengan lancar di antara teman-teman dapat mempererat persahabatan, berbicara dengan orang asing di tempat umum tidak selalu dibutuhkan.
Misalnya, teman dudukmu di bus atau pesawat mungkin tidak tertarik pada perbincangan ringan selama perjalanan, itu sepenuhnya wajar.
Jika lawan bicaramu cenderung memberikan jawaban singkat, menyilangkan tangannya, atau tubuhnya condong ke belakang, itu bisa menjadi tanda bahwa ia lebih memilih tidak berbicara.
