Makan berlebihan saat berbuka adalah salah satu penyebab berat badan tidak turun meski sudah berpuasa (freepik)
JawaPos.com – Banyak orang berharap berat badan turun selama puasa Ramadhan. Logikanya, waktu makan yang terbatas seharusnya membantu mengurangi asupan kalori. Namun kenyataannya tidak sedikit yang justru merasa berat badan stagnan bahkan tidak naik.
Puasa memang mengubah pola makan tetapi tidak otomatis menurunkan berat badan. Menurut Harvard T.H.Chan School of Public Health, perubahan berat badan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran energi.
Sejumlah penelitian tentang Ramadhan juga menunjukkan hasil yang beragam terkait penurunan berat badan. Studi yang dipublikasikan melalui National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa perubahan berat badan selama Ramadhan sering kali bersifat sementara dan kembali seperti semula setelah bulan puasa.
Lalu apa saja penyebab berat badan tidak turun meski sudah berpuasa?
Berikut 6 faktor yang paling sering terjadi selama bulan Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman WHO dan Mayo Clinic, Rabu (25/2) :
Takjil seperti kolak, gorengan dan es sirup memang sangat menggoda. Namun makanan tinggi gula dan lemak bisa membuat asupan kalori melonjak saat berbuka puasa.
WHO menyarankan pembatasan konsumsi gula tambahan untuk mencegah kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme. Jadi setiap hari berbuka puasa dengan gula berlebih menyebabkan berat badan sulit turun.
Setelah seharian lapar, banyak orang “balas dendam” saat berbuka puasa. Akibatnya porsi makan menjadi tidak terkontrol.
Menurut Mayo Clinic, makan berlebihan dalam satu waktu dapat meningkatkan asupan kalori harian secara signifikan. Hal ini yang membuat defisit kalori tidak tercapai.
Selama Ramadhan, sebagian orang mengurangi aktivitas karena merasa lemas. Padahal kurang bergerak berarti kalori yang terbakar juga lebih sedikit.
WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik rutin membantu menjaga keseimbangan berat badan. Tanpa aktivitas, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak energi sebagai lemak.
Jadwal tidur selama Ramadhan sering berubah karena sahur dan tarawih. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan.
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar. Akibatnya keinginan makan berlebihan meningkat.
Minuman seperti es teh manis, kopi susu gula aren atau minuman bersirup sering dianggap ringan. Padahal kalori cair tetap berkontribusi pada total asupan harian.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
