
Momen buka bersama yang mempertemukan antara Goenawan Mohamad dan Dahlan Iskan di Surabaya, Rabu (11/3). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Tanpa pengaturan protokoler khusus, mereka duduk melingkari meja bundar bersama para tamu lain. Percakapan mengalir dengan santai dan penuh keakraban.
Berbagai topik dibicarakan sepanjang acara buka puasa tersebut. Goenawan Mohamad beberapa kali menyelipkan humor yang disambut tawa para tamu.
Dahlan Iskan juga menimpali dengan cerita dan komentar yang membuat suasana semakin cair. Widarti Goenawan sesekali menyela dengan celetukan yang menambah kehangatan percakapan.
Sepanjang makan malam, suasana kangen-kangenan terasa sangat kuat. Sepuluh tahun jarak pertemuan seolah mencair dalam waktu singkat.
Percakapan berlangsung tanpa jeda hingga hampir pukul 21.00. Setelah makanan penutup disajikan, pertemuan mulai berakhir.
Dahlan Iskan menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan bertemu kembali. Goenawan Mohamad juga menyampaikan hal serupa.
Setelah itu, para tamu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Namun percakapan antara Dahlan Iskan, Goenawan Mohamad, dan Widarti Goenawan masih terus berlanjut.
Perjalanan dari ruang makan menuju lift bahkan berlangsung cukup lama karena mereka terus berbincang. Suasana keakraban semakin terasa ketika mereka tiba di lobi hotel.
Di lobi, percakapan kembali berlanjut sambil berdiri. Momen tersebut berlangsung lebih dari setengah jam sebelum akhirnya mereka benar-benar berpisah.
Goenawan Mohamad dan istrinya kemudian meninggalkan hotel lebih dahulu. Dahlan Iskan sempat menawarkan agar mereka menginap di Hotel Vasa.
Namun tawaran itu ditanggapi dengan candaan ringan. Goenawan Mohamad menyebut dirinya sudah memilih hotel lain sesuai pilihan istrinya.
Setelah mobil Goenawan Mohamad meninggalkan lokasi, Dahlan Iskan bersiap menuju mobilnya. Beberapa rekan menyempatkan diri berpamitan dan berjabat tangan.
Suhendro Boroma juga kembali menjabat tangan Dahlan Iskan di depan mobil. Dalam momen singkat itu, ia mengucapkan terima kasih kepada sosok yang pernah menjadi atasannya tersebut.
Pertemuan tersebut menjadi momen penuh kenangan. Bagi mereka yang hadir, silaturahmi itu bukan sekadar acara buka puasa, melainkan juga perjumpaan yang mempertemukan kembali dua tokoh penting setelah sepuluh tahun berjarak.
Oleh Suhendro Boroma, Direktur Utama Jawa Pos Jaringan Media Nusantara (JJMN)
