Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2020 | 04.51 WIB

Awas, Salah Pasang Busi Risiko Menghadang

Memasang Busi - Image

Memasang Busi

JawaPos.com - Salah satu komponen penting dari kendaraan bermotor adalah busi. Tanpa komponen ini kendaraan tak bisa hidup karena tak ada proses pengapian yang menghasilkan percikan listrik. Ini akan memicu efek ledakan dari campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar.

Oleh karena itu, proses pemasangan busi yang benar wajib dipenuhi agar busi dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan optimal. Pertama yang harus diperhatikan adalah tingkat kekencangan. Karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat (terlalu kencang atau terlalu kendor) dapat berakibat sangat fatal pada busi.

Tim NGK salah satu produsen busi memberikan contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak. Ini tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali.

"Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari resiko kerusakan apabila kita tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat sehingga akan mempengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan," ujarnya kepada JawaPos, Jumat (24/4) di Jakarta.

Rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu:


  • Tipe busi yang menggunakan gasket atau tanpa gasket

  • Ukuran diameter ulir busi

  • Tipe kepala silinder mesin yang menggunakan cast iron atau aluminium


Berikut ini adalah table rekomendasi standar torsi kekencangan dalam pemasangan busi berdasarkan 3 hal penentu di atas:

Photo



Selanjutnya yang juga perlu diperhatikan, yaitu penggunaan kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi. Karena, penggunaan ukuran kunci busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat mengakibatkan kunci busi tersangkut.

Sehingga dapat menggagalkan proses pemasangan atau pelepasan busi. Jika tidak memungkinkan menggunakan kunci torsi yang sesuai maka metode penggunaan sudut derajat pengencangan sudah mampu mewakili

Yang terakhir adalah, pastikan mesin kendaraan sudah berada pada kondisi mati dalam jenjang waktu beberapa saat sebelum melepas dan memasang busi. Agar sifat logam pada busi maupun kepala silinder sudah stabil sehingga tidak memicu adanya kerusakan pada kedua komponen tersebut.

SEbagai contoh, pada pusi NGK telah dilengkapi dengan panduan ringan untuk pemasangan berikut dengan keterangan tingkat kekencangan yang direkomendasikan (rotasi putaran – tanpa kunci torsi). Ini  agar busi tersebut dapat dipasang dengan sempurna dan menghasilkan performa yang optimal.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore