
ILUSTRASI: Penulisan Kamsahamnida
JawaPos.com - menjadi kosa kata terpopuler bahasa Korea yang banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata-kata pun banyak dipakai di Indonesia.
Masyarakat Indonesia yang sering mengucapkan kata Kamsahamnida umumnya menyukai Drakor (Drama Korea), atau K-pop (Korean pop). Pasalnya dua produk seni Korea itu banyak digemari masyarakat Indonesia.
Dikutip dari 99daykorean.com, kata Kamsahamnida dibaca “kam-sa-ham-mi-da”. Lema itu merupakan salah satu kata formal di Korea. Dalam bahasa Indonesia artinya “Terima Kasih”
Kamsahamnida dianggap sebagai kata yang sopan dan formal. Kata itu dapat digunakan untuk orang dewasa yang tak dikenal. Orang yang lebih tua, senior, atau atasan dalam pekerjaan.
Selain itu, juga bisa digunakan ketika berada di tempat umum, seperti berterima kasih kepada pelayan, pramuniaga, atau pegawai toko.
Kata 'Kamsahamnida' juga bisa diganti dengan “Gomapseumnida”. Artinya juga sama, terima kasih. Gomapseumnida (dibaca: “go-map-seum-mi-da”) umumnya digunakan pada percakapan yang lebih ringan. Tingkat kesopanan kata ini mencerminkan rasa terima kasih yang tulus. Contohnya, ketika berterima kasih kepada seseorang yang telah memberikan bantuan serius kepada kita, atau ketika kita berbicara kepada teman.
Contoh:
(sigan naejusyeoseo daedanhi kam sa ham ni da).
Terima kasih banyak atas waktunya.
(dowa jusyeoseo kam sa ham ni da)
Terima kasih sudah membantu saya.
Seperti halnya di dalam bahasa Indonesia, jika ada orang yang mengucapkan terima kasih kita harus menjawabnya sebagai penghormatan kembali. Jika ada orang yang mengucapkan “Kamsahamnida” kita bisa menjawabnya dengan Cheonmaneyo (dibaca: “Cheon-ma-ne-yo”) yang artinya sama-sama atau terima kasih kembali.
Kata tersebut formal dan biasanya digunakan kepada orang tua sebagai wujud rasa hormat. Namun, sebenarnya frasa ini jarang digunakan untuk obrolan dan lebih sering terlihat di dalam bahasa tertulis.
Atau kita bisa menjawabnya dengan Byeolmalsseumeullyo (dibaca: "byeol-mal-sseum-eul-yo”). Kata tersebut bentuknya formal, sehingga lebih tepat digunakan ketika berbicara dengan orang asing.
Sekalipun termasuk bahasa formal, ternyata kata tersebut tidak bisa dipakai untuk orang yang lebih tua atau sosok yang berwenang, sebab memiliki kesan kurang sopan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
