Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2024, 07.41 WIB

Guru Besar Universitas St.Petersburg Prof Connie Bakrie Ajak Kerja Sama BRIN, UI, dan UGM

Guru Besar Universitas St Petersburg, Prof Connie Bakrie (kiri)  saat bertemu Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko guna membicarakan kerja sama riset. (Istimewa) - Image

Guru Besar Universitas St Petersburg, Prof Connie Bakrie (kiri) saat bertemu Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko guna membicarakan kerja sama riset. (Istimewa)

JawaPos.com-Rencana kolaborasi antara Universitas St Petersburg Rusia dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait kerja sama riset segera terwujud.

Hal itu seperti diungkapkan Guru Besar di Universitas St Petersburg, Prof Connie Rahakundini Bakrie. Dia menyatakan, kerja sama itu diharapkan dapat mendukung tujuan bersama Indonesia dan Rusia dalam bidang keamanan maritim, penguatan angkatan laut, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

"Indonesia dan Rusia memiliki posisi strategis yang penting, dan kolaborasi ini dapat memperkuat keamanan di rute maritim, di mana stabilitas kawasan menjadi prioritas utama," ujar Connie.

Kerja sama itu, lanjut perempuan yang juga pakar di bidang pertahanan itu, kian relevan di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik, terutama dalam menyikapi tantangan keamanan yang semakin kompleks dan mengglobal.

Connie menambahkan, pada periode 2025 hingga 2037 akan menjadi fase penting bagi kedua negara untuk mempererat kemitraan strategis yang dapat mendukung keamanan regional dan pertumbuhan ekonomi melalui fokus pada kerja sama maritim, modernisasi pertahanan, dan diplomasi strategis.

Menurutnya, hubungan bilateral yang lebih erat ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan mereka akhir Juli lalu.

Kedua pemimpin menyatakan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi, pertahanan, dan diplomasi demi memperkuat stabilitas dan keamanan di kawasan.

Selain itu, Connie menyoroti pentingnya rute laut yang aman dan stabil bagi ekonomi global, mengingat tingginya koneksi perdagangan melalui jalur maritim antara kedua negara.

“Baik Indonesia maupun Rusia, dalam dunia yang semakin terhubung ini, perlu meningkatkan kerja sama dalam diplomasi dan bidang militer,” urai Connie.

Kolaborasi keilmuan itu akan memanfaatkan teknologi komunikasi dan militer mutakhir yang telah berkembang pesat, serta memungkinkan kedua negara untuk memanfaatkan informasi strategis dan meningkatkan efisiensi misi-misi terkoordinasi di wilayah maritim.

Beberapa program yang direncanakan dalam kemitraan ini termasuk latihan angkatan laut bersama, patroli antipembajakan, dan pengamanan rute perdagangan, yang akan mendukung tujuan Indonesia untuk menjadi pusat maritim global. Dengan ini, Indonesia juga diharapkan dapat memperoleh teknologi dan keahlian operasional angkatan laut dari Rusia.

Selain fokus pada pengamanan maritim, program itu juga mencakup bidang teknologi dan perakitan kapal laut. Connie menekankan bahwa Indonesia memiliki kepentingan strategis untuk meningkatkan kapasitas armada lautnya, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi yang sudah teruji.

"Dengan berkolaborasi, Indonesia dapat meningkatkan kemandirian dan kapasitas pertahanannya, memanfaatkan teknologi Rusia yang unggul," ujar Connie.

Terkait hal ini Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyebut, pihaknya akan fokus ke kerjasama untuk program degree by research.

"MOU akan segera ditandatangani, saat ini masih proses finalisasi," ujar pria yang biasa disapa LTH itu. 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore