
Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino. (Dok. Mauricio Pochettino)
JawaPos.com - Mauricio Pochettino kembali jadi sorotan setelah membawa timnas Amerika Serikat mencatat awal sempurna di Piala Dunia. Dua kemenangan beruntun atas Paraguay dan Australia mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Mauricio Pochettino menorehkan sejarah baru yaitu menjadi pelatih pertama dalam 96 tahun yang mampu membawa Timnas Amerikat Serikat menang di dua laga awal turnamen besar secara beruntun. Hasil ini langsung memicu optimisme tinggi di kalangan pendukung.
Timnas Amerika Serikat di bawah Mauricio Pochettino dinilai memiliki permainan yang lebih terstruktur, intensitas pressing yang stabil, dan efektivitas serangan menjadi pembeda dibanding turnamen piala dunia sebelumnya.
Baca Juga:Arda Guler Minta Maaf usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Kami Merasa Sangat Malu
Publik pun mulai melihat timnas Amerika Serikat sebagai salah satu tim yang lebih siap bersaing di level Piala Dunia. Di balik kesuksesan tersebut, perhatian tertuju kepada Mauricio Pochettino sebagai salah satu pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepak bola AS, dengan nilai sekitar 6 juta dolar per tahun.
Menariknya, dikutip dari The Athletic menyebutkan bahwa federasi sepak bola AS tidak sepenuhnya menanggung gaji Pochettino tersebut. Sebagian besar gaji dikabarkan turut melibatkan dukungan dari sejumlah orang kaya Amerika Serikat, termasuk Ken Griffin dan Scott Goodwin.
Skema ini muncul setelah evaluasi internal menyusul performa mengecewakan Amerika Serikat di Copa America sebelumnya. Hal itu membuat berbagai pihak mendorong perubahan besar dalam proyek jangka panjang menuju Piala Dunia sebagai tuan rumah.
Baca Juga:Klasemen Terkini Piala Dunia 2026: Dua Tim Sudah Lolos ke 32 Besar, Dua Tim Dipastikan Tersingkir
Meski sempat menuai perdebatan di publik, hasil di lapangan sejauh ini memberikan jawaban yang memuaskan publik Amerika Serikat. Permainan Amerika Serikat terlihat lebih matang secara taktik, dengan transisi cepat yang lebih rapi dan koordinasi lini tengah yang meningkat signifikan. Pochettino disebut berhasil membangun kembali kepercayaan diri pemain dalam waktu singkat.
Dengan dua kemenangan awal, Amerika Serikat kini berada dalam posisi yang diperhitungkan di babak 32 besar. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi permainan, karena lawan-lawan di fase selanjutnya diprediksi akan jauh lebih berat.
Jika tren positif ini berlanjut, proyek besar Amerika Serikat di bawah Pochettino bisa menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia kali ini, bukan hanya soal hasil, tetapi juga bagaimana investasi besar di belakang layar akhirnya berbuah di atas lapangan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
