
Kantor DPP PDI Perjuangan
JawaPos.com - Munculnya nama Gatot Nurmantyo di bursa pemilihan presiden dan wakil presiden dianggap wajar PDI Perjuangan. Sebab posisinya saat ini, Gatot adalah panglima TNI.
"Kalau Pak Gatot masuk radar semua partai, menjadi pembicaraan publik, wajar saja karena panglima TNI," ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/7).
Namun soal sikap PDIP terhadap munculnya nama Gatot, mereka tidak mau berspekulasi terlalu jauh. Pasalnya, soal pencalonan presiden maupun wakilnya menjadi wewenang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Itu kan kewenangan ketum. Sebelum ketum mengusung kan pasti bertanya kepada calon yang diusung dong," katanya.
Saat ini menurutnya, belum saatnya untuk membicarakan capres maupun cawapres. Untuk itu, PDIP tidak mau menggebu-gebu soal politik, sementara pekerjaan kabinet masih terlalu banyak.
Apalagi jadwal yang disusun pansus UU Pemilu agak memprihatinkan karena capres muncul pada Bulan Agustus 2018. "Artinya, bayangkan masih 15-18 bulan sebelum selesai, presiden disibukan kegiatan kampanye dan pencalonannya," tukasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
