
Bellingham Berpeluang Starter di Derby Madrid, Posisi Pemain Muda Ini Bisa Tergusur
JawaPos.com - Real Madrid membuka musim dengan performa impresif di bawah arahan Xabi Alonso, mencatat lima kemenangan beruntun di semua ajang.
Pelatih asal Spanyol itu tak segan mengambil keputusan berani dalam menentukan susunan pemain, seperti saat ia mencadangkan Vinicius Jr. di dua laga dan memberikan kepercayaan penuh kepada talenta muda Franco Mastantuono untuk langsung menjadi starter sejak kedatangannya.
Alonso terlihat sudah menemukan formula solid di lini tengah dengan Arda Guler, Federico Valverde, serta Aurelien Tchouameni sebagai pilihan utama. Sementara itu, Mastantuono bersaing ketat dengan Brahim Diaz untuk mengisi sektor sayap kanan.
Kembalinya Bellingham Mengubah Rencana
Kehadiran kembali Jude Bellingham usai cedera diyakini bakal memaksa Alonso melakukan perubahan, sebagaimana dilaporkan AS.
Gelandang asal Inggris itu pulih lebih cepat dari perkiraan, memangkas waktu pemulihan sekitar sebulan. Semua indikasi menunjukkan ia siap turun sejak awal saat Madrid menghadapi Atletico pada 27 September mendatang.
Bellingham memang belum dimainkan saat comeback melawan Marseille, tetapi ia diperkirakan mendapat menit bermain kontra Espanyol hari ini dan Levante pekan depan, sebagai ajang pemanasan menuju derby Madrid.
Baca Juga: Jude Bellingham Jadi Ancaman Arda Guler, Bintang Turki Bersinar di Real Madrid Era Xabi Alonso
Siapa yang Akan Jadi Korban?
Untuk menempatkan pemain bernomor punggung 5 itu di starting XI, Alonso mesti merelakan salah satu dari skuad intinya saat ini.
Bellingham bisa kembali berperan sebagai gelandang serang sebagaimana musim perdananya, atau ditempatkan di trio lini tengah—opsi yang bisa saja membuat Guler tersingkir.
Alternatif lain, Alonso mungkin mencoret salah satu sayap kanan, entah Mastantuono atau Brahim, demi menjaga posisi Guler di lapangan, mengingat pemain asal Turki tersebut cukup memberi pengaruh sejauh musim berjalan.
Namun, bukan tak mungkin justru Guler sendiri yang dikorbankan. Ia masih dalam proses adaptasi di peran barunya dan beberapa kali terlihat ragu saat menguasai bola. Bahkan, blundernya melawan Marseille hampir saja berbuah gol lawan.
