Gol penyeimbang Senny Mayulu ke gawang Barcelona. (Reuters/Nacho Doce)
JawaPos.com – Barcelona mengalami kekalahan dalam ujian besar pertama mereka di musim ini ketika menghadapi juara bertahan Liga Champions, Paris Saint-Germain. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpiade Lluis Companys pada Kamis (2/10) berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu.
Ferran Torres membuka keunggulan bagi Barcelona dengan memanfaatkan umpan dari Marcus Rashford yang mengarah ke dalam kotak penalti. Tendangan striker asal Spanyol tersebut mengarah ke sudut kiri bawah gawang, menghukum Lucas Chevalier yang tidak mampu menghalau bola.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Hanya 19 menit setelah gol pembuka, PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui Senny Mayulu, pemain muda berusia 19 tahun, yang mencetak gol berkat pergerakan cepat Nuno Mendes di sisi kiri lapangan sebelum turun minum.
Setelah jeda, PSG menunjukkan performa yang lebih dominan. Tim asuhan Luis Enrique terlihat lebih percaya diri dan mampu menekan Barcelona dengan baik. Goncalo Ramos, yang masuk sebagai pemain pengganti, menjadi penentu kemenangan dengan golnya di menit ke-90.
Hansi Flick, pelatih Barcelona, terlihat sangat frustrasi setelah gol tersebut. Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bagi Barcelona, terutama karena PSG tidak diperkuat sejumlah pemain kunci seperti Ousmane Dembele, Desire Doue, Khvicha Kvaratskhelia, Joao Neves, dan Marquinhos.
Berikut tiga sorotan utama dari kekalahan Barcelona:
Masalah di Lini Pertahanan Barcelona
Barcelona perlu melakukan perbaikan signifikan di lini pertahanan jika ingin bersaing di Liga Champions. Tim yang dilatih Flick menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menekan lawan dan merebut bola, namun saat lawan mampu melewati tekanan, kelemahan pertahanan Barcelona menjadi sangat terlihat.
PSG berhasil memanfaatkan situasi ini, seperti yang dilakukan Nuno Mendes yang membuka gol pertama untuk tim tamu. Bek tengah Barcelona tampak tidak nyaman saat menghadapi serangan balik, dan gol penentu kemenangan PSG mengungkapkan kekurangan dalam komunikasi dan kerjasama di lini belakang.
Gol yang dicetak Goncalo Ramos mirip dengan banyak gol yang diterima Barcelona di musim lalu, menunjukkan bahwa belum ada perbaikan signifikan dalam mengatasi transisi yang cepat dari lawan. Dengan banyaknya perubahan pemain di lini belakang, Flick harus segera menemukan solusi untuk masalah ini.
Pemain Kunci Barcelona Terlihat Kelelahan
Seiring berjalannya pertandingan, beberapa pemain Barcelona terlihat kelelahan, terutama di babak kedua, yang membuat PSG mampu mendominasi permainan. Pedri, pemain kunci berusia 22 tahun, tidak mampu mengikuti tempo permainan dan menunjukkan tanda-tanda kelelahan saat meninggalkan lapangan.
Lamine Yamal, yang menjadi starter untuk pertama kalinya dalam sebulan, juga kehilangan pengaruhnya di babak kedua setelah tampil menjanjikan di babak pertama. Beberapa pemain lain seperti Frenkie de Jong dan Eric Garcia juga terlihat kehabisan tenaga, dengan Garcia bahkan harus keluar karena kram.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
