
Igor Tudor resmi dipecat dari kursi pelatih Tottenham Hotspur. (Instagram Tottenham Hotspur)
JawaPos.com - Hanya 44 hari, tujuh pertandingan, dan satu kemenangan. Itulah masa singkat Igor Tudor bersama Tottenham Hotspur sebelum akhirnya harus meninggalkan klub.
Sejak awal, penunjukan Tudor memang terasa seperti keputusan darurat di tengah situasi Spurs yang semakin memburuk. Kini, dengan hanya tujuh pertandingan tersisa musim ini dan ancaman degradasi yang masih menghantui, Tottenham harus bergerak cepat mencari sosok baru di kursi pelatih.
Baca Juga:Liverpool Bidik Winger Everton Iliman Ndiaye untuk Gantikan Mohamed Salah, Rivalitas Jadi Kendala!
Melansir Football Fancast, nama Mauricio Pochettino sempat kembali muncul di benak para pendukung. Banyak fans masih memimpikan mantan pelatih asal Argentina itu pulang ke London Utara.
Namun, peluang tersebut dianggap sangat kecil karena Pochettino diyakini tidak ingin meninggalkan tim nasional Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.
Akibatnya, Tottenham mulai mengalihkan perhatian ke target lain. Roberto De Zerbi kini disebut sebagai kandidat utama yang paling diinginkan oleh manajemen klub.
Pelatih asal Italia itu saat ini sedang menganggur setelah meninggalkan Marseille pada awal Februari. Tottenham kabarnya sudah melakukan pendekatan dan tengah berupaya keras untuk membawanya kembali ke Premier League.
De Zerbi Belum Merasa Yakin
Meski begitu, De Zerbi disebut belum sepenuhnya yakin untuk menerima tawaran tersebut sekarang juga. Ia lebih tertarik menunggu hingga musim panas ketika kondisi klub dan divisi tempat Spurs bermain musim depan sudah lebih jelas.
Pembicaraan antara kedua pihak disebut masih berlangsung. Tottenham melihat De Zerbi sebagai sosok ideal untuk membangun proyek jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara hingga akhir musim.
Baca Juga:Hadapi Jadwal Padat di April, Bonek Ingin Persebaya Surabaya Sapu Bersih Laga dengan Kemenangan
Bukan tanpa alasan Spurs begitu tertarik pada mantan pelatih Brighton itu. De Zerbi dikenal memiliki filosofi bermain menyerang, berbasis penguasaan bola, dan berani mengambil risiko.
Dari segi pendekatan taktik, De Zerbi bahkan dinilai punya banyak kesamaan dengan Mauricio Pochettino dan Ange Postecoglou. Ketiganya sama-sama menyukai formasi 4-2-3-1, pressing tinggi, dan sepak bola agresif.
Namun, De Zerbi dianggap memiliki satu keunggulan tambahan: ia lebih fleksibel dan pragmatis dibanding Postecoglou. Kemampuannya untuk menyesuaikan pendekatan taktik di tengah pertandingan bisa menjadi hal penting bagi Tottenham yang saat ini sedang berada dalam tekanan besar.
Selain itu, De Zerbi juga sudah memiliki pengalaman bekerja di Premier League bersama Brighton. Faktor itu membuatnya lebih siap menghadapi tuntutan sepak bola Inggris dibanding Tudor atau pelatih lain yang belum pernah bekerja di sana.
