
Manajer sekaligus legenda timnas Italia, Gianluigi Buffon. (Dok. Reuters)
JawaPos.com - Gianluigi Buffon memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Delegasi di timnas Italia. Keputusan tersebut diambil setelah kegagalan timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina.
Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri, Gianluigi Buffon menuliskan pesan perpisahan di sosial medianya. Legenda timnas Italia tersebut sebenarnya ingin langsung mundur dari jabatannya setelah negaranya gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, Gianluigi Buffon harus menunggu terlebih dahulu pengunduran diri dari Presiden FIGC Gabriele Gravina. Setelah itu, dirinya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Delegasi.
"Mengundurkan diri semenit setelah pertandingan melawan Bosnia berakhir adalah tindakan mendesak, tindakan yang datang dari lubuk hati saya. Sespontan air mata dan rasa sakit di hati saya yang saya tahu saya rasakan bersama kalian semua. Saya diminta menunggu agar semua orang bisa melakukan refleksi yang tepat," tulis Buffon di Instagram.
"Sekarang setelah Presiden Gravina memilih untuk mundur, saya merasa bebas untuk melakukan apa yang saya anggap sebagai tindakan yang bertanggung jawab, karena, meskipun saya sangat percaya bahwa kita telah membangun banyak hal dalam hal semangat tim dan kekompakan tim bersama Rino Gattuso dan semua kolaboratornya, dalam waktu yang sangat singkat yang tersedia untuk tim nasional, tujuan utama adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia. Dan kami tidak berhasil," lanjut kiper legendaris tersebut.
Buffon juga menginginkan agar orang yang menggantikannya adalah orang yang tepat. Selama menjabat, eks kiper berusia 48 tahun tersebut menjadi penghubung bagi pemain muda ke timnas U-21 hingga timnas senior.
"Adalah tepat untuk memberi kebebasan kepada mereka yang datang setelah saya untuk memilih orang yang mereka anggap paling tepat untuk mengisi peran saya. Mewakili tim nasional adalah suatu kehormatan dan gairah yang telah memakan pikiran saya sejak kecil," ujar Buffon.
"Saya telah mencoba untuk merangkul peran saya dengan mengerahkan seluruh energi saya, meneliti setiap aspek tim untuk menjadi penghubung, katalisator untuk dialog dan sinergi antara berbagai tim muda, dan berupaya, bersama dengan berbagai manajer, untuk menyusun proyek yang dimulai dari pemain yang sangat muda dan meluas hingga tim nasional U21," jelas eks kiper Juventus itu.
Selain itu, Buffon juga menekankan bahwa ia telah menambahkan orang-orang berpengalaman ke dalam struktur organisasi yang bisa menumbuhkan budaya meritokrasi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
