Hansi Flick. (Istimewa)
JawaPos.com - Hansi Flick benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah Barcelona tumbang 2-0 dari Atletico Madrid pada Rabu malam. Kekalahan itu membuat Blaugrana berada dalam posisi sulit karena kini harus mengejar defisit dua gol di perempat final Liga Champions.
Situasi Barcelona semakin rumit setelah Pau Cubarsi mendapat kartu merah, yang membuat mereka bermain dengan 10 orang dalam sebagian besar pertandingan. Dalam laga perdana Eropa di Camp Nou yang telah direnovasi, Atletico tampil efektif dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan sangat baik.
Julian Alvarez dan Alexander Sorloth menjadi pembeda lewat gol-gol yang membuat tim asuhan Diego Simeone membawa pulang kemenangan besar. Bagi Barcelona, hasil ini jelas terasa pahit. Setelah mencapai semifinal musim lalu, mereka datang ke musim ini dengan ambisi besar untuk melangkah lebih jauh.
Begitu peluit akhir dibunyikan, emosi para pemain Barcelona langsung memuncak. Flick terlihat menghampiri wasit bersama beberapa pemainnya untuk memprotes sejumlah keputusan yang dianggap merugikan tim. Selain kartu merah Cubarsi yang menuai perdebatan, ada satu insiden lain yang membuat pelatih asal Jerman itu benar-benar meledak.
Melansir Give Me Sport, Flick sangat marah terhadap keputusan wasit dan VAR yang tidak memberikan penalti untuk Barcelona dalam sebuah situasi yang dianggapnya sangat jelas.
Insiden tersebut bermula ketika Jan Oblak memainkan bola pendek kepada rekannya saat situasi tendangan gawang. Namun, bek Atletico kemudian menyentuh bola dengan tangan sebelum permainan dilanjutkan.
Menurut Flick, tindakan itu seharusnya langsung berujung pada pelanggaran, kartu kuning kedua, dan penalti untuk Barcelona.
"Kiper Atletico mengoper bola ke beknya, dan bek tengah itu menyentuhnya dengan tangan tanpa melihat! Jadi, apa gunanya VAR? Mereka pantas mendapat kartu merah... jelas, itu kartu kuning kedua, kartu merah, dan penalti."
Komentar Flick itu memperlihatkan betapa kecewanya ia terhadap perangkat pertandingan. Menurutnya, jika aturan diterapkan secara konsisten, Atletico seharusnya dihukum.
Situasi serupa sebenarnya pernah terjadi dalam laga Arsenal melawan Bayern Munich pada tahun 2024. Saat itu, Gabriel sempat mengambil bola untuk memposisikannya kembali setelah David Raya memainkan tendangan gawang.
Namun, wasit memilih untuk tidak memberikan hukuman karena menilai situasi tersebut lebih masuk akal untuk diselesaikan dengan pendekatan "akal sehat".
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022