Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 November 2025, 16.07 WIB

Harapan Ketua Panser Biru: Kolaborasi Datu Nova–Junianto Jadi Kunci Kebangkitan PSIS Semarang

Panser Biru saat berdiskusi dengan Datu Nova. (Dok. PSIS) - Image

Panser Biru saat berdiskusi dengan Datu Nova. (Dok. PSIS)

 

JawaPos.com - Harapan besar kembali disuarakan para pendukung PSIS Semarang di tengah kondisi tim yang masih terseok di dasar klasemen Grup Timur Championship musim ini.

Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, turut menyampaikan pandangannya melalui akun Instagram pribadi. Ia berharap duet pemilik saham PSIS, yakni Datu Nova dan Junianto, bisa benar-benar bersinergi membawa Mahesa Jenar bangkit.

Wareng membayangkan sebuah skenario ideal, di mana kedua pemilik saham mengambil peran secara selaras.

“Ngebayangkan dulu lur, mas Fariz Julinar Maurisal dan Mbak Datu Nova fokus medatangkan pelatih dan pemain top-top, sementara Pak Anto Van Java memberikan bus dan invest kantor PSIS di Pamularsih yang sempat terhenti,” tulisnya.

Ia juga menambahkan harapan agar pemusatan latihan PSIS nantinya kembali digelar di Salamsari, Boja, Kendal tanpa harus jauh-jauh ke Jogjakarta.

Ungkapan itu langsung mendapat banyak respons dari suporter lain yang sama-sama berharap manajemen bisa duduk bersama dan merumuskan langkah konkret.

Kondisi PSIS yang terpuruk membuat dukungan publik semakin kuat agar terjadi kolaborasi yang lebih solid di internal klub.

Selain berharap pada aspek manajemen, para suporter juga menaruh ekspektasi besar pada langkah PSIS mendatangkan pelatih berpengalaman.

Saat ini, Mahesa Jenar resmi menunjuk Jafri Sastra sebagai nakhoda baru.

Kehadiran Jafri bukan tanpa alasan mantan pelatih Semen Padang ink sebelumnya pernah menyelamatkan PSIS dari zona degradasi pada Liga 1 musim 2018.

Rekam jejak tersebut membuat banyak suporter optimistis Jafri bisa kembali menghadirkan stabilitas di ruang ganti dan memperbaiki peforma Laskar Mahesa Jenar yang belum pernah meraih satu kemenangan pun di Championship.

Dengan kondisi tim yang terdampar di posisi buncit, suporter menilai momentum saat ini sangat krusial.

Mereka berharap duet pemilik saham dapat menyatukan visi demi menyelamatkan PSIS dari keterpurukan dan mengembalikan kebanggaan warga Semarang.

Promosi ke kasta tertinggi menjadi target utama yang terus disuarakan, mengingat PSIS memiliki sejarah panjang sebagai salah satu klub tradisional Indonesia.

Di tengah tensi dan tekanan, suara-suara seperti Wareng menjadi pengingat bahwa cinta suporter tak pernah padam.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore