
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel. (Dok. PSIM Yogyakarta)
JawaPos.com - Penyelesaian akhir masih menjadi masalah dari PSIM Yogyakarta yang kalah dari Dewa United di Super League pekan ke-26. Laga yang berakhir dengan skor 0-1 tersebut dimainkan di Banten International Stadium, Jumat (3/4).
Jean-Paul Van Gastel mengatakan penyelesaian akhir masih menjadi masalah. PSIM Yogyakarta harus menciptakan banyak peluang untuk bisa mencetak satu gol.
"Sepanjang musim ini kita memiliki beberapa masalah kelengkapan penyelesaian di sepertiga akhir lapangan. Kita butuh banyak sekali peluang sebelum kita membuat satu gol sehingga hal itu menguras terlalu banyak energi,” kata Jean-Paul Van Gastel yang dikutip laman resmi PSIM, Sabtu (4/4).
Meskipun demikian, Jean-Paul Van Gastel ingin PSIM menciptakan banyak peluang berbahaya. Selain itu, mereka harus segera mencetak lebih banyak gol dari peluang yang diciptakannya.
"Setidaknya kita telah menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti tim musuh. Pada waktu tertentu kita harus segera membuat gol dari peluang berharga tersebut,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.
Melihat statistik pertandingan, PSIM berhasil unggul dalam menciptakan peluang. Laskar Mataram mampu menciptakan enam kreasi peluang dibandingkan Dewa United yang hanya punya dua kreasi peluang.
Baca Juga:Ketika Pemain Asing PSIM Yogyakarta Ini Begitu Antusias Jalani Laga Sulit Lawan Dewa United
Jumlah tendangan yang dilepaskan PSIM juga lebih banyak. Tim tamu melepaskan 14 tendangan dan tiga tendangan tepat sasaran. Berbanding terbalik dengan Dewa United yang hanya melepaskan tujuh tendangan dan tiga tendangan tepat sasaran.
Meski buruk dalam penyelesaian akhir, Van Gastel tetap memuji perjuangan tim asuhannya. Pelatih 53 tahun tersebut hanya bisa pasrah PSIM mengalami kekalahan dari Dewa United.
“Anda selalu berharap tim asuhan Anda memiliki karakter pantang menyerah, terus berjalan, dan saling mendorong satu sama lain. Saya rasa, kami telah membuktikan (tertinggal lebih dulu, lalu menyamakan kedudukan) pada musim ini,” ujar Van Gastel.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
