Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 23.20 WIB

Badminton Bisa Ada Perubahan Kekuatan, Sesuaikan Target Perolehan Medali Emas SEA Games 2025

Alwi Farhan siap menjadi andalan tunggal putra Indonesia di SEA Games 2025. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Alwi Farhan siap menjadi andalan tunggal putra Indonesia di SEA Games 2025. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tim badminton Indonesia sejatinya ingin menjadikan SEA Games Thailand 2025 sebagai momen untuk regenerasi. Nama-nama juga sudah dirilis dengan berkekuatan pemain muda.

Hanya saja, nama yang sudah disodorkan tampaknya belum final.

Surono selaku Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora menyatakan, badminton saat review terakhir ada perkembangan yang sangat signifikan.

"Yaitu mereka akan menurunkan juga atlet atlet terbaik. Karena Malaysia dan Thailand itu ternyata skuadnya terbaik," beber Surono.

Oleh sebab itu, saat ini disepakati antara tim review dan PBSI untuk mengganti beberapa pemain untuk mengisi skuad. "Dan ini sedang proses untuk pengusulan perubahan," ucapnya.

Perubahan nama untuk menurunkan pemain terbaik tak lepas dari target yang diusung. Merah Putih diharapkan bisa kembali menempati peringkat ketiga secara umum pada ajang multi event terbesar se-Asia Tenggara itu.

Nah, di SEA Games kali ini, jumlah medali yang baru dikantongi berdasar SEA Games Kamboja adalah sekitar 46 medali emas. Sebab, ada beberapa cabor dan nomor yang sebelumnya sukses menyumbang emas, tidak dipertandingkan di SEA Games Thailand.

Sedangkan dalam review ada sekitar 32 potensi medali emas dari nomor baru. Sehingga jika di total Indonesia berpotensi meraih 78 medali emas dan berpeluang mempertahankan peringkat ketiga di SEA Games.

Mengacu hal itu, Kemenpora keberatan jika badminton yang sebelumnya juara umum dengan 5 medali emas, 3 perak, 3 perunggu harus menurunkan pemain muda.

Di sisi lain, pelatih ganda putra pratama Chafidz Yusuf mengaku belum tahu terkait kans perubahan nama.

"Lebih tepatnya memang ke Binpres (PBSI). Sampai sekarang sih belum ada informasi," ucapnya kepada Jawa Pos.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore