
CEO Intel Lip-Bu Tan (Tom's Hardware)
JawaPos.com - Intel kembali membuka kemungkinan masuk ke bisnis memori, sektor yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah perusahaan sebelum ditinggalkan pada 1980-an. CEO Intel Lip-Bu Tan kini melihat perubahan besar di industri tersebut, ketika memori yang dahulu dipandang sebagai komoditas berubah menjadi komponen strategis di tengah lonjakan kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan (AI).
Tan mengatakan arsitektur memori baru menjadi salah satu proyek yang menarik perhatiannya. Dia bahkan mengisyaratkan pendekatan yang lebih radikal, yakni menempatkan memori di atas prosesor untuk memperpendek jarak antara komputasi dan penyimpanan data. Langkah tersebut berpotensi memperkuat posisi Intel dalam memperluas strategi perusahaan di luar bisnis prosesor dan manufaktur cip untuk pelanggan.
Dilansir dari Tom's Hardware, Jumat (14/8/2026), Tan mengakui pandangannya terhadap bisnis memori telah berubah. "Dulu saya berpikir, 'jangan berinvestasi di memori karena ini semacam bisnis komoditas', tetapi sekarang sudah berbeda," kata Tan. Dia menilai banyak teknologi baru bermunculan dan Intel mulai mengeksplorasi arsitektur memori generasi berikutnya.
Tan menyebut pengangkatan Seok-Hee Lee, mantan pemimpin SK hynix, sebagai salah satu petunjuk arah pemikirannya.
"Jadi, kami sedang melihat salah satu proyek yang sangat saya minati, yaitu beberapa arsitektur memori baru. Saya rasa Anda baru saja melihat beritanya: saya merekrut teman baik saya, Seok-Hee Lee, yang sebelumnya memimpin SK hynix. Jadi, Anda bisa mengetahui apa yang sedang saya pikirkan. Kami belum siap mengungkapkannya," ujarnya.
Lee memang ditunjuk sebagai wakil presiden eksekutif Intel Foundry pada Juni dan bertanggung jawab atas pengemasan canggih, integrasi sistem, pengembangan teknologi serta manufaktur bagian belakang chip. Intel menyatakan keahliannya akan membantu menggabungkan logika, memori, jaringan, dan komponen lain dalam sistem komputasi berkinerja tinggi.
Lebih jauh, Tan mengisyaratkan bahwa integrasi fisik CPU dan memori dapat menjadi salah satu jalur inovasi. "Menurut saya, CPU dan memori memiliki banyak cara untuk benar-benar kita susun bersama," katanya. Dia menambahkan bahwa Intel juga mencari arsitektur memori baru karena masih terdapat ruang besar untuk inovasi.
Pernyataan itu sejalan dengan pembahasan Tan dalam laporan kinerja Intel sebelumnya. Saat ditanya mengenai peluang di bisnis memori, dia mengatakan memori kini menjadi kendala pasokan penting bagi infrastruktur AI.
"Kami juga melihat area lain tempat kami dapat mengintegrasikan komputasi dan memori, termasuk bagaimana melakukan stacking dan bagaimana menggunakan memori secara lebih efisien," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
