
MULAI PANEN: Ciri khas durian satin adalah bentuk buahnya yang lonjong dengan duri yang berwarna kecokelatan. (Boy Slamet/Jawa Pos)
Durian lokal asal Dusun Sono, Desa Kali Kuning, ini memang belum begitu familier di telinga pencinta si raja buah. Namun, banyak yang menyebut varietas itu bak emas yang terpendam.
---
DESA yang terletak di Kecamatan Tulakan tersebut memang sudah lama dikenal sebagai penghasil durian yang berkualitas di Pacitan. Cukup banyak varietas lokal yang mampu memberikan ragam sensasi bagi penikmatnya.
Dari berbagai varietas di sana, ada satu durian yang patut dicoba. Namanya adalah durian satin. Disesuaikan dengan nama sang pemilik pohon, Mbah Satin.
Durian itu tumbuh di sebuah pohon yang sudah berusia lumayan tua. Lebar batangnya sebesar dua kali pelukan orang dewasa. Tingginya lebih dari 20 meter.
Salah satu ciri khas durian satin adalah bentuk buahnya. Lonjong dengan duri yang berwarna kecokelatan. Sekilas mirip kakao. Berat buahnya juga lumayan. ”Bisa sampai 3 kilogram lebih,” ujar Jumiatin, salah seorang petani durian di Dusun Sono.
Meski banyak yang belum familier, durian milik Mbah Satin sebenarnya adalah salah satu buah lokal yang paling banyak dicari. Selain berasal dari pohon tua, dagingnya tebal. ”Kalau makan durian ini, bisa puas,” paparnya.
Keistimewaan durian dengan duri yang renggang tersebut bukan hanya pada ketebalannya. Teksturnya pun wow. Menyerupai salah satu jenis kain yang namanya persis dengan sang pemilik, kain satin.
Selaputnya tipis dan minim serat. Dagingnya creamy dan lumer di mulut. Rasanya juga menggugah. Manis di awal, lalu ada sentuhan pahit yang tipis. Plus, diimbangi sensasi gurih. Keunggulan itu membuat durian satin (dan durian lokal di desa itu) bak emas yang terpendam. Sebab, durian-durian tersebut bisa menjadi potensi unggulan asal Pacitan.
Ada sejumlah faktor yang membuat durian dari desa tersebut memiliki ragam keunggulan. Salah satunya, faktor usia pohon. Durian dari pohon tua rata-rata memiliki rasa dan daging buah yang stabil. Terkadang, durian dari pohon tersebut juga lebih tahan terhadap cuaca.
Pertumbuhan pohon-pohon itu didukung kondisi alam di Pacitan yang didominasi dengan gunung batu.
Kepala Dusun Sono Sukarno menyatakan, tidak sulit menanam pohon durian di desa ini. Karena itu, wajar jika produksinya cukup melimpah dan jenisnya beragam. ”Dulu menanamnya dari biji semua. Rata-rata sudah turunan dari generasi sebelumnya,” paparnya.
Perawatannya juga tidak muluk-muluk. Maksimal hanya menggunakan pupuk kandang. Itupun jarang dilakukan. Mayoritas pemilik pohon hanya menimbun daun-daun kering di tanah tempat pohon itu ditanam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
