
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyampaikan Sapa Aruh menjelang Pemilu 2024 di Monumen Jogja Kembali.
JawaPos.com – Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah berada pada masa kampanye yang berlangsung mulai Selasa (28/11). Pada masa kampanye Pemilu 2024 Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap tak ada lagi kampanye hitam.
Pernyataan tersebut didasarkan pada kejadian-kejadian yang terjadi saat Pemilu 2019. Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), menurutnya kampanye saat itu sangat tidak sehat dan meresahkan masyarakat.
“Tidak bisa seperti lima atau sepuluh tahun lalu,” ucapnya di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (27/11).
Gubernur DIJ sekaligus Sultan Karaton Ngayogyakarta menilai saat ini sudah tidak zaman berkampanye dengan balutan provokasi, terutama yang berujung fitnah dan adu domba.
Ia mendorong agar para capres-cawapres, caleg, partai politik, dan konstituennya dapat berkampanye pada Pemilu 2024 secara sehat dengan adu ide dan gagasan.
Menurutnya saat ini masyarakat telah mampu memilah dan memilih calon wakil rakyat yang sesuai dengan pilihan hati bukan terhasut dalam fitnah yang dilontarkan dalam materi kampanye.
Baca Juga: Ketum PBSI Agung Firman Jamin Indonesia Masters Sesuai Jadwal Meski Mepet dengan Kalender Politik
“Dulu masuk dunia agraris, sekarang sudah terjadi industrialis dan modernitas, dinamika masyarakat juga sudah berubah. Kalau masih punya cara yang sama dengan 5 atau 10 tahun lalu sudah tidak mungkin,” katanya.
Sri Sultan Hamengku Buwono X juga mengatakan materi kampanye harus menghindari hal yang dapat memicu provokasi dan berpotensi adanya benturan atau gesekan antar warga.
