
ILUSTRASI
Di tengah pesta kesuksesan, seorang wartawan memperhatikan sebuah bola yang ditandatangani Raffiri Armand, disertai foto Baldasar dan Raffiri yang sedang berpose di lobi hotel di Qatar. Setelah terkesima, wartawan itu lantas buru-buru mendekati Baldasar dan bertanya.
”Pak Baldasar, kalau bola yang itu dilengkapi foto Anda dengan Raffiri, mengapa bola-bola yang lain tidak satu pun yang dilampiri foto Anda bersama mereka? Anda dengan Messi, dengan Mbappe, misalnya.”
Baldasar gugup. Sebelum berpikir untuk menjawab, Dutasena mendadak muncul dari kerumunan pelaku lelang. Dutasena berkata lirih. ”Bung Baldasar, tolong bikinkan bola bertanda tangan Pele, Lev Yashin, dan Maradona ya. Ada yang mau beli mahal, nih.” Baldasar terpana.
”Hah? Mereka sudah meninggal, Pak Dutasena...”
”Ah, itu bisa kita bikin ceritanya....”
***
Subuh pergi. Kabut belum juga menguap, tapi matahari mulai menerangi tanah. Baldasar bangun dari tidurnya yang nyaman. Seperti biasa, sambil setengah menggeliat ia merayap menuju jendela. Aha, ia mendadak terpana ketika melihat di kejauhan ada belasan wartawan yang menunjuk-nunjuk pintu rumah mewahnya, dengan diiringi dua mobil polisi.
Dengan sigap ia lalu membalik badan. ”Neng...” serunya. Lirih. (*)
Kelapa Gading, 2023
---
AGUS DERMAWAN T., Penulis buku budaya dan seni, yang juga menulis puisi dan cerpen. Buku cerpen terbarunya, Odong-Odong Negeri Sulap (KPG, 2022).
