
Sejumlah kendaraan melewati Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (19/12/2019). Tol Layang yang memiliki panjang 36,4 km dari Cikunir-Karawang Timur itu mulai dioperasikan tanpa tarif pada hari Minggu (15/12/2019) pukul 0
JawaPos.com - Pemerintah telah meresmikan perubahan nama Jalan tol Jakarta - Cikampek Elevated menjadi jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, latar belakang pergantian nama jalan tersebut merupakan upaya diplomasi antara Indonesia dan Uni Emirate Arab (UEA).
Menurutnya, pemberian nama jalan layang terpanjang di Indonesia yang mencapai 36 kilometer ini dapat memeprkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dengan UEA yang telah terjalin lebih dari 45 tahun dari 1976.
“Antara 2 negara dan bangsa ini makin lama makin akrab baik sosial budaya maupun ekonomi. Di bidang ekonomi investasi UAE terbesar di Indonesia termasuk di pembangunan infrastruktur dan dukungan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk beberapa waktu yang lalu,” ujarnya secara virtual, Selasa (12/4).
Pratikno membeberkan, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah UEA dalam menjalin hubungan diplomatik pun juga melakukan hal yang sama, yaitu pemberian nama Jalan Presiden Joko Widodo di sebuah jalan utama strategis antara Abu Dhabi Exhibition National Center.
“Sebelumnya nama jalan Presiden Joko Widodo juga telah dicanangkan di Abu Dhabi jalan utama yang strategis antara jalan Abu Dhabi nasional Exhibition Center menuju kompleks kedutaaan. Sebuah kehormatan bangsa Indonesia oleh UEA . Itulah latar belakang perubahan nama ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, panjang Jalan tol Jakarta - Cikampek Elevated ini mencapai 36,42 kilometer, yang dikonstruksi mulai awal 2017 lalu dan diresmikan pada 12 Desember 2019 lalu.
“200 ribu kendaraan per hari. Ini merupakan jalur berada di kawasan industri dan pemukiman timur Jakarta. Dengan diresmikannya jalan raya ini makin meningkatkan hubungan kerjasama diplomatik RI dan UEA,” pungkasnya.
Baca juga: Tol Japek Elevated Ganti Nama Jadi Mohammed Bin Zayed Besok
Sebagai informasi, Jalan Tol Japek II Elevated merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia dan menjadi jalan tol bertingkat (double decker motorway) yang pertama di Indonesia karena dibangun di atas Jalan tol Jakarta-Cikampek.
Tujuan dibangunnya jalan tol ini adalah untuk memisahkan pergerakan komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang (lajur kolektor/eksisting) dengan pergerakan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya (lajur ekspres/layang), khususnya golongan I non-bus.
Pembangunan Jalan Tol Layang Japek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk (Kerjasama Operasi). Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan nilai investasi Rp 16,2 triliun.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
