
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Program ini menargetkan sekitar 80 ribu koperasi dapat dibangun dan beroperasi di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Presiden Prabowo Subianto menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang berperan dalam pembangunan infrastruktur koperasi di berbagai daerah.
Hal itu didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih. Pada Senin (16/3), Agrinas Pangan mencatat jumlah Koperasi Merah Putih yang telah siap beroperasi tercatat mencapai 2.668 unit.
"Jadi per sekarang ini (Senin, 16 Maret) 2.668 yang sudah jadi 100 persen. Fisik bangunannya ya, tapi belum beroperasi. Maksudnya baru fisik bangunannya," kata Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota kepada JawaPos.com pada Senin (16/3).
Joao memastikan dalam aturan itu Agrinas Pangan hanya bertugas sebagai motor pembangunan. Bukan mengelola ekosistem bisnis di dalam koperasi.
"Kita sekarang ini sesuai dengan PKS dengan Kemenkop, kita hanya sebatas membangun. Kalau ada isu-isu seperti itu mungkin nggak benar ya. Karena sampai sekarang ini kan kita bekerja berdasarkan inpres dan kontrak," ujar Joao.
"Sesuai dengan aturan sekarang yang ada, yang kami pegang ya kami fokus hanya ke dalam pembangunan gerai dan menyediakan sarana-prasarana tersebut," imbuhnya.
Dalam kondisi fisik kurang prima saat ditemui JawaPos.com di kantornya yang berada di Kawasan Cawang, Jakarta Timur, dia mengaku selalu siap apabila BUMN pimpinannya ditugaskan untuk mengelola bisnis Koperasi Merah Putih. Apalagi jumlah Koperasi Desa Merah Putih ini disiapkan mencapai 80 ribu unit.
Namun, terkait peluang itu, Joao menyebut harus menunggu aturan selanjutnya yang berpotensi dikeluarkan pemerintah. Ia merinci sejumlah sarana prasarana yang harus disiapkan Agrinas Pangan, mulai dari meja kasir, rak-rak, mesin kasirnya, tempat untuk simpan pinjam, AC, satu unit mobil truk, satu unit pikap, dan 2 unit motor beroda tiga.
"Untuk selanjutnya, ya kami menunggu aturan-aturan selanjutnya yang mengatur dan menunjuk kami gitu. Sebagai BUMN pasti kami siap saja diperintah bikin apa pun gitu kan," tutur Joao.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
