
Ilustrasi Bank Neo Commerce. (Istimewa)
JawaPos.com–Industri bank digital di Indonesia memasuki fase krusial. Setelah periode ekspansi agresif dalam beberapa tahun terakhir, pelaku industri kini dihadapkan pada tantangan utama yakni membuktikan keberlanjutan bisnis, menjaga profitabilitas, serta mengelola risiko kredit di tengah persaingan yang semakin ketat.
Sejumlah bank digital mulai menunjukkan perbaikan kinerja, terutama dari sisi efisiensi dan kualitas aset. Salah satunya ditunjukkan PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) yang mencatat lonjakan laba signifikan sepanjang 2025.
Bank ini mengklaim berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 565,69 miliar, naik tajam 2.745 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 19,88 miliar. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya industri untuk menekan biaya operasional dan memperbaiki model bisnis yang sebelumnya cenderung bakar uang.
Direktur Utama BNC Eri Budiono menyebut, capaian tersebut tidak lepas dari strategi yang lebih disiplin. ”Kami memastikan pertumbuhan tetap berada dalam koridor kehati-hatian, dengan menjaga kualitas aset dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar dia di Jakarta.
Isu utama bank digital saat ini bukan lagi sekadar pertumbuhan pengguna, melainkan kemampuan menghasilkan laba secara konsisten. Dalam konteks ini, efisiensi menjadi indikator penting.
BNC mencatat perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan (BOPO) menjadi 84,18 persen dari 99,34 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio profitabilitas juga meningkat, dengan Return on Assets (ROA) di level 3,11 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 15,13 persen.
Di sisi risiko, rasio kredit bermasalah (NPL Net) terjaga di level 0,89 persen. Angka ini menjadi penting karena ekspansi kredit digital kerap dikaitkan dengan risiko gagal bayar yang lebih tinggi jika tidak dikelola dengan baik.
Dari sisi likuiditas, industri bank digital cenderung berada dalam kondisi cukup longgar. Hal ini juga tercermin pada BNC, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 51,21 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 614,93 persen.
Kondisi ini menunjukkan ruang ekspansi kredit masih terbuka, namun di sisi lain juga mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati dalam penyaluran pembiayaan. Total aset BNC tercatat Rp 18,97 triliun, tumbuh 8,99 persen secara tahunan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
