Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Maret 2024, 00.42 WIB

Sejumlah Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Berikut Rinciannya

Ilustrasi Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan. - Image

Ilustrasi Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan.



JawaPos.com - Umat Islam di seluruh dunia sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan. Pada bulan ini, diwajibkan bagi muslim dan muslimah untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh guna mencari keridhaan Allah SWT.

Sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadan, ada baiknya kita mengetahui sejumlah hal yang dapat membatalkan ibadah puasa. Dengan harapan, kita tidak melakukannya untuk menghindari ibadah puasa yang kita laksanakan tidak batal.

Berikut sejumlah hal yang membatalkan ibadah puasa Ramadan

Baca Juga: Hadir di MWC 2024 Barcelona, Indosat Akan Kembangkan Teknologi AI Bernama Garuda

1. Makan dan Minum yang Disengaja

Memasukkan makanan, minuman, obat, dan sejenisnya ke dalam mulut dan masuk ke dalam tubuh secara sengaja diketahui membatalkan puasa. Dengan demikian, bagi yang berpuasa, jangan pernah memasukkan makanan,minuman, obat, atau benda lainnya ke dalam mulut. Juga tidak diperbolehkan memasukkan sesuatu lewat hidung ataupun telinga.

Namun apabila makan atau minum karena lupa sedang melaksanakan ibadah puasa, hal itu tidak membatalkan puasa. Dengan catatan, barang yang masuk ke dalam mulut harus cepat dikeluarkan saat itu juga ketika sudah ingat sedang berpuasa.

2. Muntah yang Disengaja

Muntah bisa terjadi karena sengaja ataupun tidak sengaja. Yang membatalkan puasa adalah ketika muntah itu dilakukan secara  disengaja. Sedangkan muntah yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa dengan catatan muntahannya tidak ditelan.

3. Melakukan Hubungan Suami Istri

Melakukan hubungan suami istri pada siang hari saat berpuasa membatalkan ibadah puasa. Oleh sebab itu, jangan pernah melakukan hal yang berpotensi membangkitkan gairah seks pada siang hari bulan Ramadan.

Sementara pada malam hari di bulan Ramadan, melakukan hubungan suami istri tidak ada larangan atau diperbolehkan selama belum masuk waktu imsak.

4. Keluar Mani yang Disengaja

Keluar mani atau sperma yang disengaja membatalkan ibadah puasa yang kita laksanakan. Misalnya air mani keluar karena melakukan onani atau bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang dapat merangsang dan tanpa melakukan hubungan seks.

Sementara keluar air mani karena mimpi saat sedang tidur pada waktu melaksanakan ibadah puasa tidak membatalkan puasa yang kita laksanakan atau puasanya tetap dapat dilanjutkan.

5. Memasukkan Benda Lewat Kubul atau Dubur

Memasukkan benda melalui kubul (lubang bagian depan) atau pun dubur (lubang belakang) tidak diperbolehkan pada saat berpuasa. Melakukannya dapat membatalkan ibadah puasa yang kita laksanakan. Meskipun memasukkan barang itu dalam rangka berobat seperti memasukkan obat karena ambeien atau memasang kateter urine.

6. Haid atau Nifas

Perempuan yang sedang melaksanakan ibadah puasa tiba-tiba datang bulan atau haid pada siang hari bulan Ramadan, perempuan tersebut tidak boleh melanjutkan puasanya. Sebab, saat itu juga puasa yang dilaksanakan menjadi batal.

Demikian juga batal puasa orang yang melahirkan pada siang hari bulan Ramadan mengingat perempuan yang melahirkan akan keluar darah nifas yang menjadi penghalang sahnya puasa.

7. Gila

Orang yang berpuasa tiba-tiba mengalami gangguan jiwa atau gila, puasanya pada saat itu juga menjadi batal. Orang tersebut harus meng-qadha puasanya di hari lain di luar bulan Ramadan setelah sembuh.

8. Murtad

Orang yang melaksanakan ibadah puasa tiba-tiba murtad atau keluar dari Islam, pada saat itu juga puasanya batal. Orang dapat dikategorikan murtad ketika dia menyekutukan Allah, keluar dari Islam, menghinakan Allah, meremehkan Rasululllah, menghina para nabi, mengkafirkan orang Islam tanpa dasar, dan lain-lain.

 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore