
Potret 25 trainee SM Entertainment yang bernama SMTR25. (X @SMTR25_official)
JawaPos.com - SM Entertainment menyatakan sikap tegas terhadap serangkaian pelanggaran privasi yang melibatkan trainee pra-debut mereka, SMTR25.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah pada 25 Maret 2026, agensi mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi sudah berada pada tingkat serius.
Mereka menegaskan akan mengambil tindakan hukum tanpa toleransi jika situasi tidak segera membaik.
"Jika situasi tidak segera membaik, kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas dan menanggapi dengan kebijakan tanpa toleransi," ucap agensi pink tersebut yang diunggah melalui akun X @SMTR25_official.
Menurut SM, sejumlah oknum sasaeng melakukan berbagai tindakan berbahaya. Mulai dari memasuki tempat tinggal trainee secara ilegal, mencoba melakukan kontak fisik berlebihan hingga memaksa naik taksi bersama mereka.
Tak hanya itu, ada juga kasus meneriakkan nama trainee di dalam gedung, membuang sampah sembarangan hingga masuk ke area yang seharusnya tidak boleh diakses publik.
Perilaku ini tidak hanya mengganggu trainee tetapi juga warga lain yang tinggal di sekitar lokasi.
Agensi menegaskan bahwa tindakan tersebut menimbulkan kecemasan besar terutama kepada para trainee yang bahkan belum resmi debut dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
“Meskipun kami sudah memberikan peringatan dan meningkatkan keamanan, situasi belum membaik dan telah mencapai batas,” ujar pihak agensi.
Karena itu, SM menekankan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum tegas demi melindungi keselamatan, privasi serta mencegah potensi tindakan kriminal lebih lanjut.
"Untuk mencegah insiden keselamatan, melindungi privasi, dan mencegah aktivitas kriminal baik bagi para trainee maupun warga sekitar, kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas," tutup SM Entertainment.
Melaporkan dari Allkpop, SMTR25 yang beranggotakan 25 trainee dijadwalkan akan menggelar tur fanmeeting pertama mereka di Seoul pada 1 Mei mendatang.
