
Ilustrasi Khutbah Lebaran.
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bukan karena mengenakan pakaian bagus dan indah serta aneka makanan yang memanjakan lidah, tapi karena berhasil mengendalikan hawa nafsu selama satu bulan penuh dan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Lebaran Idul Fitri bagi umat Islam memiliki makna penting sebaga simbol kemenangan dalam melawan hawa nafsu.
Oleh karena itu, mengisi hari kemenangan harus dilakukan terus menerus dengan menebar kebaikan setelah Ramadhan.
Berikut khutbah Idul Fitri mengusung tema “Menjaga Fitrah Diri Setelah Ramadhan Berlalu", karya ustadz Abdul Karim Malik, Alumni Al-Falah, Ploso Kediri sekaligus Pengurus LBM PCNU Kabupaten Bekasi, dilansir dari NU Online.
Khutbah I
اَللَّهُ أَكْبَرُ ٣×. اَللَّهُ أَكْبَرُ ٣×. اللهُ أَكْبَرُ٣×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرّٰحِيْمِ، وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِیْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Hadirin jamaah Idul Fitri rahimakumullah.
Alhamdulillah, tak terasa bulan Ramadhan telah berlalu begitu cepat meninggalkan kita. Rasanya baru kemarin kita menyambutnya dengan penuh suka cita, dan hari ini kita telah berada di bulan Syawal.
Semoga seluruh amal ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT, dan semoga segala dosa kita diampuni oleh-Nya.
Dalam suasana kemenangan yang penuh berkah ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian: marilah kita senantiasa istiqamah dalam ketakwaan kepada Allah Ta’ala.
Yaitu dengan terus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab ketakwaan itulah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap Allah Ta’ala kelak di hari kiamat. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
Artinya: “Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197).
