Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Desember 2025, 22.25 WIB

Gereja Katolik Menyambut Masa Adven, Penantian dan Persiapan untuk Menyambut Yesus Kristus

Foto lingkaran lilin Adven yang dihiasi tanaman bertema Natal (Dok. Pexels) - Image

Foto lingkaran lilin Adven yang dihiasi tanaman bertema Natal (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Mulai Minggu (30/11) hingga hari Minggu pertama dari empat sebelum Hari Raya Natal, Gereja Katolik akan memasuki Masa Adven. Pada periode ini, para umat Katolik akan mempersiapkan diri mereka untuk menyambut Yesus Kristus. 

Dilansir dari The Bible Project, masa Adven adalah periode empat minggu pada Kalender Liturgi sebelum Hari Natal. Pada masa ini, para umat akan menyalakan lilin Adven sebagai tanda persiapan mereka. 

Sama seperti masa Prapaskah, Adven diisi dengan penantian, persiapan dan pertobatan. Saat Prapaskah, umat Katolik menantikan kedatangan dan kebangkitan Yesus Kristus setelah 40 hari di padang gurun. Dalam masa Adven, mereka akan mempersiapkan diri untuk kelahiran-Nya. 

Bersiap 

Dilansir dari United States Conference of Catholic Bishops, masa Adven adalah waktu bagi umat Katolik mempersiapkan hati dan pikiran mereka untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya. 

Pada sejarah awal gereja, para umat sangat menantikan kedatangan kembali Yesus sesuai dengan janji-nya. Namun banyak ayat Alkitab memberi tahu agar kita tidak membuang waktu kita demi prediksi yang tidak jelas. 

Maka dari itu, banyak bacaan dan renungan pada masa Adven menyebutkan kata-kata "bersiap", serta agar tidak teralihkan dari dunia materialistik. 

Pada Buku Pedoman Umum Misale Romawi, tercatat beberapa perbedaan dalam misa yang perlu diperhatikan. Seperti, imam akan mengenakan warna ungu atau ungu muda selama masa Adven, kecuali pada Minggu Adven Ketiga (Minggu Gaudete) dimana imam mengenakan warna merah muda. 

Lingkaran Lilin Adven

Lingkaran karangan bunga dan lilin Adven sudah menjadi tradisi gereja sejak ratusan tahun yang lalu. Biasanya empat lilinnya menjadi fokus utama. 

Asal-usul karangan bunga ini diperkirakan berasal dari Jerman, walaupun waktunya belum dapat ditentukan. 

Para sejarawan memperkirakan orang-orang Jerman pada jaman dahulu menyalakan lilin-lilin di sekitar karangan bunga pada musim dingin agar dapat menghangatkan diri dalam penantian musim semi datang. 

Bentuk lingkaran karangan bunga ini menyimbolkan kasih Tuhan yang tak terbatas bagi kita. Material yang digunakan untuk menghiasi lingkaran ini juga dipilih untuk merepresentasikan keabadian cinta Tuhan. 

Pada Minggu Adven Pertama, lilin warna ungu pertama akan dinyalakan. Lilin ini menyimbolkan "harapan" akan kedatangan Yesus Kristus. Lilin ini sering juga disebut "Lilin Nubuat." 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore