
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit. (Kantor Media PM Irak/Reuters/Antara)
Wilayah Somaliland adalah bagian integral, tak terpisahkan, dan tak dapat dicabut dari wilayah kedaulatan Somalia.
”Tidak ada aktor eksternal yang memiliki wewenang atau kedudukan untuk mengubah persatuan atau konfigurasi teritorialnya,” tambah pernyataan itu, seraya memperingatkan bahwa setiap deklarasi, pengakuan, atau pengaturan yang menantang status ini adalah batal, tidak sah, dan tanpa efek hukum atau politik apa pun berdasarkan hukum internasional.
Pernyataan itu mengatakan tindakan seperti pengakuan Tel Aviv berisiko merusak perdamaian dan stabilitas regional dan memperburuk ketegangan politik dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan Teluk Aden.
Pernyataan itu memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan bagi kelompok teroris untuk mengeksploitasi ketidakstabilan politik. Pemerintah Somalia mendesak komunitas internasional untuk bertindak secara bertanggung jawab dan menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip non-intervensi.
Pernyataan itu juga menyerukan warga Somalia untuk tetap bersatu, waspada, dan teguh dalam mempertahankan kedaulatan dan perbatasan negara. Pemerintah menegaskan akan mengambil semua langkah diplomatik, politik, dan hukum yang diperlukan untuk mempertahankan perbatasan yang diakui secara internasional.
