Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 15.40 WIB

Trump Sesumbar Lagi, Ancam Serang Jembatan dan Pembangkit Listrik Milik Iran

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang merupakan salah satu fasilitas nuklir yang sering disebut-sebut dalam krisis internasional karena program nuklir Iran, saat ini menghasilkan 1000 megawatt listrik per tahun. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri) - Image

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang merupakan salah satu fasilitas nuklir yang sering disebut-sebut dalam krisis internasional karena program nuklir Iran, saat ini menghasilkan 1000 megawatt listrik per tahun. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri)

JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer lebih lanjut pada infrastruktur penting milik Iran.

Dia menyebut, jembatan dan pembangkit listrik akan menjadi target serangan berikutnya.

"Militer kita, yang terkuat dan paling kuat (sejauh ini!) di mana pun di dunia, bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan berikutnya, lalu Pembangkit Listrik! Kepemimpinan rezim baru tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan dengan cepat!" tulis Trump di platform media sosialnya Truth Social seperti dikutip dari Anadolu, Senin (6/4).

Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump berpidato kepada publik AS mengenai Operasi Epic Fury yang dimulai pada 28 Februari.

"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan. Kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada," kata Trump dalam pidato tersebut.

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa Iran harus membuka kembali akses di Selat Hormuz. Jika tidak, negara tersebut akan menghadapi penderitaan yang berkepanjangan.

Situasi di kawasan semakin memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

Di sisi lain, Iran juga mengambil langkah dengan membatasi lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore