Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 06.36 WIB

Viral Pria Joget di Dapur MBG, BGN Tegur Keras dan Bekukan SPPG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menegaskan pihaknya akan memberikan teguran keras kepada seorang pria yang viral berjoget di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Istimewa) - Image

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menegaskan pihaknya akan memberikan teguran keras kepada seorang pria yang viral berjoget di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Istimewa)

JawaPos.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati menegaskan pihaknya akan memberikan teguran keras kepada seorang pria yang viral berjoget di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Aksi pria tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam narasi yang beredar, pria yang disebut sebagai mitra pemilik SPPG itu berjoget sambil dikaitkan dengan insentif Rp6 juta per hari dari operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam video yang beredar, pria itu tampak berjoget di dalam ruangan berlatar logo BGN. Video lain juga memperlihatkan dirinya berjoget di area dapur tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD).

“Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu,” kata Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3).

Nanik menambahkan, pihaknya telah langsung mengambil langkah cepat dengan menugaskan pejabat terkait untuk memberikan teguran.

“Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” ujarnya.

Nanik menyayangkan tindakan pria tersebut, terlebih karena yang bersangkutan merupakan mitra dalam pelaksanaan program pemerintah.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” tegasnya.

Ia juga menyoroti konten yang dibuat di dalam dapur tanpa standar keamanan. “Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya,” lanjut Nanik.

Tak hanya teguran, BGN juga mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara operasional SPPG milik pria tersebut. Keputusan itu diambil setelah ditemukan sejumlah pelanggaran teknis dalam fasilitas dapur.

“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” jelas Nanik.

Pembekuan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan standar operasional program MBG tetap terjaga, terutama dalam aspek higienitas dan keamanan pangan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore