JawaPos.com - Pada Sabtu (10/8) malam, muncul temuan bahwa sistem Badan Kepegawaian Negara atau BKN berhasil dibobol hacker. Hal tersebut menyebabkan ribuan data PNS dan CPNS di seluruh Indonesia tersebar dan diperjual-belikan di dunia maya.
Terkait hal tersebut, BKN memastikan dugaan adanya kebocoran data Aparatur Sipil Negara atau ASN tidak mengganggu layanan manajemen kepegawaian mereka.
"BKN memastikan dugaan gangguan ini tidak berdampak pada layanan manajemen ASN sehingga tidak mengganggu proses berjalannya sistem elektronik yang di akses oleh masyarakat," kata Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Vino Dita Tama melalui keterangannya.
BKN juga mengklaim bahwa terkait dugaan peretasan dan kebocoran sistemnya, mereka telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
"Investigasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan data ASN dan mitigasi risiko
yang perlu dilakukan," terang Vino.
Dikatakan juga bahwa BKN, BSSN, dan Kominfo akan menginvestigasi kebocoran data ASN yang diungkap oleh Communication and Information System Security Research Center atau CIISSReC itu.
Namun detail dari koordinasi teknis dugaan kebocoran data BKN itu tak diungkap secara rinci. Untuk sementara, Dito mengimbau bagi seluruh PNS atau ASN di Indonesia untuk mengganti password akun BKN mereka.
"Namun demikian, kami mengimbau kepada seluruh pengguna layanan BKN untuk segera memperbarui kata kunci atau password dan pembaharuan kata kunci wajib dilakukan secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tandas Vino.
Sementara terkait dugaan kebocoran sistem dan peretasan BKN yang menyebabkan data PNS dan CPNS seluruh Indonesia bocor, Kominfo belum memberikan tanggapan terkait upaya koordinasi oleh BKN dan BSSN.