Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 05.22 WIB

Fix ! DFSK Pastikan Gelora E yang Terbakar Bukan Masalah dari Baterai

Kondisi sel baterai setelah dibuka tidak ada gejala thermal runaway, begitu juga soket juga masih utuh. (Dony/JawaPos.com) - Image

Kondisi sel baterai setelah dibuka tidak ada gejala thermal runaway, begitu juga soket juga masih utuh. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kebakaran mobil listrik DFSK Gelora E yang terjadi di ruas Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) arah Cilandak menuju Ragunan, pada Jumat, 16 Januari 2026 menemui titik terang. Sebelumnya PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK saat dalam tahap awal investigasi internal telah meyakini kalau penyebab kebakaran bukan berasal dari masalah baterai.

Cing Hok Rifin Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, saat pihaknya melakukan pemeriksaan internal menunjukkan komponen utama sistem kelistrikan dan baterai masih utuh. Komponen yang diperiksa meliputi battery pack, kabel tegangan tinggi, Power Distribution Unit (PDU), soket, dinamo motor, On Board Charger (OBC), hingga Motor Control Unit (MCU).

Selanjutnya dilakukan investigasi yang melibatkan pihak ekternal pakar EV yaitu Mahaendra Gofar yang merupakan founder EV Safe,  yang memastikan kalau kebakaran itu berasal dari faktor eksternal bukan baterai. Gofar mengatakan bahwa tujuan dirinya dilibatkan adalah meluruskan informasi yang salah dan lebih fokus pada kepercayaan untuk publik baik konsumen maupun produsen.

Kondisi baterai Gelora E yang terbakar setelah dibuka masih dalam keadaan mulus atau normal tidak ditemukan gejala thermal. (Dony/JawaPos.com)

"Untuk kasus ini yang pertama kita lihat beritanya Gelora E di tol depan Citos terbakar. Tapi memang kalo dilihat dari beritanya saja sebetulnya kalau dianggap karena thermal runaway kita sudah tahu oh ini bukan thermal runaway nih karena kok dalam sekitar 20 menit sudah padam apinya. Kalau misalnya itu terkait thermal runaway atau baterai itu ada resikonya (Baterai). Karena kalau penyebabnya baterai maka akan terjadi resiko dan api akan muncul kembali. Kalau dari kejadian ini itu nggak terjadi," ujarnya.

Gofar juga telah melakukan pemeriksaan pada bagian bawah (baterai EV) masih dalam kondisi bersih maka itu bukan dari baterainya. Menurutnya bila itu memang masalah baterai, misalnya ada satu sel yang terbakar maka biasanya akan keluar asap dan mengandung gas salah satunya hiderogen itu juga bisa terpantik api dan bisa terbakar. 

"Nah biasanya karena ada sistem keamanan yang gasnya itu akan meyembur ke bawah bukan ke kabin. Jadi kalu kita lihat pasti apinya itu nyembur kayak mercon gitu ke bawah karena settingnya itu ke bawah bukan ke atas,. Ada semacam ventilasi darurat bila terjadi kebakaran" tambah Gofar.

Menurut Gofa bila terjadi masalah pada baterai atau thermal runaway biasanya ada sinyal atau indikator lampu menyala di dashboard dari BMS. Ini yang menginformasikan kepada penumpang depan khususnya pengemudi.

Sementara diwaktu yang sama Cing Hok Rifin menambahkan bahwa di Gelora E ada ventilasinya di samping kanan kiri di bagian baterai, itu juga sebagai pendingin. 

Bagian tutup baterai yang masih utuh tidak ada indikasi terbakar. (Dony/JawaPos.com)

"Bila terjadi thermal runaway akan muncul gas beracun dan bila gas itu habis maka akan muncul percikan api dan baru api dan panasnyanya iti 600 derajat dan gak bisa dipadamkan sampai material habis terbakar. lantai kabin akan lonyot kebuka," ujarnya 

Cing Hok menambahkan kalau melihat kasus Gelora I yang lonyot itu kabin atasnya berarti dari kabin jok depan terbakar dan itu hanya 200 derajat saat itu. 

"Tapi kalau 600 lantai kita itu akan bolong. Ini semua lantai oke, baterai malah gak kebakar dan kemarin kita buka ya alhamdulillah kondisinya bersih banget. Jadi makin meyakinkan bawasannya itu enggak konsleting atau mengalami thermal runaway atau kebakar. Dan ini benar benar dari faktor eksternal," kata Cing Hok Rifin.

Intinya pihak DFSK dan tim ivestigasi internal dan eksternal memastikan kebakaran tersebut bukan karena masalah baterai namun dari faktor eksternal. Karena juga ditemukan pada kabin depan terdapat korek gas yang meleleh terbakar, abu rokok dan baterai. Ini bisa menjadi dasar dugaan penyebab kebakaran pada kabin pengemudi atau bagian depan

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore