
Pemudik motor antre menyeberang ke Pulau Sumatra via Pelabuhan Perbantuan Ciwandan. (Istimewa)
JawaPos.com - Setelah dipakai menempuh perjalanan jauh saat mudik Lebaran, kondisi motor sering kali tidak lagi seprima sebelumnya.
Banyak orang langsung kembali memakainya untuk aktivitas harian tanpa melakukan pengecekan, padahal jarak tempuh panjang bisa memberi dampak besar pada performa motor.
Perjalanan jauh, panas mesin terus-menerus, hingga kondisi jalan yang tidak selalu mulus bisa membuat beberapa komponen motor mengalami penurunan kualitas.
Mulai dari oli, rem, hingga ban bisa aus tanpa kamu sadari. Kalau dibiarkan, risiko kerusakan bahkan kecelakaan bisa meningkat.
Supaya motor tetap aman, nyaman, dan tidak cepat rusak setelah mudik, ada beberapa hal penting yang wajib kamu cek sebelum kembali digunakan. Berikut 7 hal yang tidak boleh kamu abaikan!
Setelah perjalanan jauh, oli mesin biasanya sudah mengalami penurunan kualitas. Kamu perlu mengecek apakah volumenya masih cukup dan warnanya masih layak.
Jika sudah hitam pekat atau motor terasa lebih kasar, sebaiknya segera ganti oli agar mesin tetap awet dan tidak cepat aus.
Ban motor bekerja ekstra keras saat mudik, apalagi jika melewati jalan rusak atau membawa beban berat.
Kamu perlu memastikan tekanan angin sesuai standar serta mengecek apakah ada retakan, benjolan, atau permukaan yang sudah tipis. Ban yang tidak layak pakai bisa sangat berbahaya.
Rem adalah komponen vital yang wajib kamu periksa. Coba rasakan apakah rem masih responsif atau mulai terasa dalam dan kurang menggigit.
Jika muncul bunyi berdecit atau getaran saat mengerem, bisa jadi kampas rem sudah aus dan perlu diganti.
Untuk motor manual, rantai dan gir sangat berpengaruh pada performa. Setelah perjalanan jauh, rantai bisa menjadi kendor atau kering.
Kamu perlu membersihkannya, melumasi ulang, dan memastikan ketegangannya pas agar tidak berisik atau mudah lepas.
