
Menhut Raja Juli Antoni dalam Roundtable Meeting dalam rangkaian London Climate Action Week 2026 di Inggris. (Kemenhut)
JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membeber sejumlah capaian Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Termasuk diantaranya penurunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta target tinggi dalam pasar karbon kehutanan global demi menurunkan emisi.
Data-data terbaru itu disampaikan oleh Raja juli dalam forum Indonesia Climate Leadership Luncheon di London, Inggris. Dia menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memimpin transisi global dari ambisi iklim menuju implementasi nyata melalui penguatan tata kelola kehutanan, pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi, serta inovasi pembiayaan konservasi.
Menurut Raja Juli, Indonesia sudah menunjukkan kemajuan nyata dalam pengelolaan hutan dan aksi iklim. Penurunan karhutla secara signifikan adalah salah satu capaian penting. Bila ditarik mundur selama 10 tahun dari 2015-2025, penurunan karhutla sangat tinggi. Dari 2,61 juta hektare pada 2015 menjadi 359 ribu hektare pada 2025.
”Melalui penguatan pencegahan, pemantauan terpadu, pengelolaan gambut, operasi lapangan, dan penegakan hukum yang konsisten (karhutla dapat ditekan),” ungkap Raja Juli dalam keterangan resmi pada Senin (29/6).
Tidak hanya menekan angka Karhutla, dalam program pemanfaatan hutan sudah terselenggara perhutanan sosial. Saat ini sudah 8,3 juta hektare lahan dikelola oleh masyarakat dengan kebermanfaatan menyentuh 1,4 juta kepala keluarga. Pengakuan hutan adat oleh Pemerintah Indonesia juga terus dipercepat. Itu menjadi bagian dalam ikhtiar penguatan peran masyarakat dalam menjaga hutan.
”Hutan Indonesia merupakan pilar utama pencapaian target Indonesia FOLU Net Sink 2030, yang akan menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sebagai penyerap emisi bersih pada tahun 2030,” bebernya.
Demi menunjang tujuan tersebut, Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola pasar karbon melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 dan Nomor 7 Tahun 2026. Aturan-aturan tersebut memberikan kepastian regulasi terhadap kegiatan karbon di sektor kehutanan.
”Tanggal 6 Juli mendatang, Kementerian Kehutanan akan menerbitkan persetujuan dan memfasilitasi penerbitan kredit karbon kehutanan dengan volume melebihi 30 juta ton CO₂e. Ini merupakan salah satu tonggak paling signifikan dalam pengembangan pasar karbon hutan Indonesia dan menunjukkan komitmen kami untuk menerjemahkan ambisi kebijakan menjadi peluang pasar yang nyata,” ujarnya.
Penegasan itu mendapat sambutan dan apresiasi dari anggota parlemen Inggris, pejabat Pemerintah Indonesia dan Inggris, pelaku usaha, lembaga keuangan, investor, organisasi internasional, serta para pemimpin pasar karbon global yang turut hadir dalam forum tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
