
Argentina akan menghadapi tim debutan Islandia pada laga pertama fase grup
JawaPos.com - Laga Argentina kontra Islandia di Grup D yang berlangsung di Stadion Spartak, Sabtu (16/6) malam WIB bisa dibilang duel David vs Goliath. Bagaimana tidak, Argentina adalah salah satu kekuatan terbesar di sepak bola dunia. Mereka pernah dua kali juara Piala Dunia pada 1978 dan 1986. Argentina juga merupakan runner-up Piala Dunia 2014.
Sementara itu, Islandia adalah tim debutan dan merupakan negara dengan populasi terkecil dibanding kontestan lain di Piala Dunia 2018. Jumlah penduduk tak lebih dari 335.000 jiwa. Islandia baru pertama kali ini lolos ke Piala Dunia.
Selain itu, La Albiceleste memiliki pemain-pemain berkualitas yang berkiprah di klub-klub besar Eropa. Mereka pun diperkuat megabintang Lionel Messi. Sedangkan Islandia, sebagian besar pemain hanya berlaga di klub-klub kecil Eropa. Mungkin pemain mereka yang terkenal hanya satu yakni Gylfi Sigurdsson.
Di atas kertas, Messi cs akan bisa merajalela di depan gawang Islandia. Kualitas materi pemain dan permainan jelas lebih unggul Argentina. Namun, sepak bola selalu menghadirkan kejutan. Berdasar itu, La Albiceleste pantang terlena dengan status debutan yang disandang Islandia.
Bukan apa-apa, Islandia di Euro 2016 lalu mengejutkan pencinta sepak bola. Juga berstatus debutan di ajang Euro, mereka berhasil melangkah gagah hingga perempat final. Pada laga pertama di fase grup, Islandia mampu membuat tim kuat Portugal yang diperkuat pemain bintang Cristiano Ronaldo, kesulitan. Ronaldo sukses dibuat frustrasi sehingga Portugal gagal memenangi laga pertama fase grup Euro 2016.
Islandia ternyata ingin laga pertama di Euro 2016 bisa menjadi inspirasi saat melawan Argentina nanti malam. Ada persamaan yakni sama-sama diperkuat megabintang. Islandia juga percaya diri karena mereka berstatus juara grup di babak kualifikasi sehingga lolos langsung ke Rusia.
"Messi lawan yang sulit. Tapi, selagi kami mampu membuatnya frustrasi, dan kesulitan dalam mencetak gol, itu sudah membuat kami bahagia," sebut gelandang Islandia, Johann Berg Gudmundsson, dikutip Sportstar Live.
"Sebisa mungkin kami bakal bikin dia (Messi) jadi lebih marah, bahkan lebih dari Ronaldo. Dengan begitu, dia tak akan tenang dalam bermain dan kemampuan terbaiknya tak akan muncul," imbuh Gudmundsson.
Menjaga Messi memang menjadi taktif efektif yang bisa diterapkan Islandia. Faktanya, Messi kerap selalu jadi penentu skor akhir La Albiceleste. Empat dari 10 gol Argentina di lima laga terakhir datang dari kreasi sang kapten. Tiga gol, plus sekali memberi assist. Messi juga selalu menjadi penentu Argentina di turnamen besar.
Di Piala Dunia 2014, Messi selalu jadi penentu kemenangan Tim Tango di fase grup. Dari enam gol Argentina sepanjang fase grup, empat di antaranya dicetak Messi.
Pelatih Tim Tango, Jorge Sampaoli, sudah menyadari akan hal itu. Dia pun sudah menyiapkan plan B ketika Messi dijaga ketat. Trio penopang Messi, baik itu Angel Di Maria, Maximiliano Meza, dan Giovani Lo Celso harus siap jadi solusi jika Messi dimatikan. "Tim ini (Argentina) tidak tim Lionel Messi. Tim ini adalah tim Argentina," sebut Sampaoli.
Terlepas dari itu, Sampaoli percaya diri para pemainnya akan menunjukkan kemampuan terbaik. Lebih dari itu, meraih kemenangan pada laga pertama. "Saya percaya Argentina akan menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Kami adalah tim yang pintar dalam mengatasi tekanan. Kami akan menikmati pertandingan dan kami akan membuat lawan tertekan," jelas Sampaoli seperti dilansir FIFA.com.
La Albiceleste punya modal untuk meraih hasil positif melawan Islandia. Asal, mereka tak memandang remeh status debutan. Dalam 6 perhelatan Piala Dunia terakhir secara beruntun, Argentina selalu menang pada laga pertama fase grup. Terakhir, di Piala Dunia 2014, Argentina menang 2-1 atas Bosnia Herzegovina dan Messi mengemas satu gol.
Sementara itu, pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson, menegaskan akan bermain sesuai karakter asli Islandia. Dia tak peduli jika timnya menerapkan taktif defensif atau negatif football. Hallgrimsson menegaskan bahwa strategi timnya tetap lebih banyak menunggu dan mengutamakan serangan balik.
Well, kedua tim memang belum pernah bertemu. Namun, Argentina tentu sudah berpengalaman menghadapi tim yang lebih mengutamakan pertahanan. Asal tak memandang remeh status lawan sebagai tim debutan, Argentina akan tertawa pada laga pertama di fase grup.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
