
Ruben Loftus-Cheek cedera serius saat AC Milan kalah dari Parma di San Siro. (@bestgug/X)
JawaPos.com–Pertandingan Serie A antara AC Milan dan Parma di Stadion San Siro menyisakan kabar buruk bagi tuan rumah. Milan yang telah mencatat 24 laga tidak terkalahkan harus tunduk di tangan Parma dan kehilangan Ruben Loftus-Cheek akibat cedera serius pada awal laga.
Pertandingan baru berjalan sekitar tujuh menit ketika insiden mengerikan terjadi di area penalti Parma. Loftus-Cheek terlibat benturan ganda, pertama dengan kiper Edoardo Corvi yang keluar mengamankan bola, lalu berbenturan dengan bek Lautaro Valenti.
Gelandang asal Inggris itu langsung terjatuh dan mendapat penanganan medis di lapangan. Suasana stadion sempat hening sebelum akhirnya suporter Rossoneri memberikan semangat lewat tepuk tangan saat Loftus-Cheek ditandu keluar lapangan dengan leher yang dipasangi penyangga.
Menurut laporan Sky Sports, darah tampak mengalir di bagian hidung dan tulang pipi gelandang berusia 30 tahun itu. Posisi Loftus-Cheek digantikan Jashari dan membuat pelatih AC Milan harus melakukan perubahan taktik lebih cepat dari rencana.
Di tengah situasi itu, AC Milan sebenarnya tampil dengan komposisi terbaik, termasuk kembalinya Christian Pulisic ke starting XI. Rossoneri mengusung misi memangkas jarak menjadi tujuh poin dari pemuncak klasemen Inter Milan yang sehari sebelumnya menang 2-0 atas Lecce dan memperlebar keunggulan menjadi 10 poin.
Namun, upaya Milan berakhir sia-sia. Parma justru mampu mencuri kemenangan lewat sundulan Mariano Troilo pada menit ke-80 dengan memanfaatkan situasi sepak pojok. Dilansir dari ESPN, gol itu sempat dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran, tetapi keputusan berubah setelah tinjauan VAR menyatakan gol sah.
Usai pertandingan, pihak klub kemudian mengonfirmasi bahwa Loftus-Cheek tetap dalam kondisi sadar dan tidak mengalami gegar otak maupun kehilangan kesadaran. Namun, hasil pemeriksaan medis di rumah sakit Milan menunjukkan adanya patah pada beberapa gigi bagian atas serta fraktur tulang alveolar rahang atas, disertai dua luka sayatan, termasuk satu di bagian dahi.
Semantara itu, kiper Parma Edoardo Corvi menyampaikan dukungan moral kepada Ruben Loftus-Cheek melalui unggahan Instagram Story setelah benturan tak disengaja yang membuat gelandang AC Milan itu harus dibawa ke rumah sakit. Dalam unggahannya, Corvi menuliskan pesan singkat.
”Semoga cepat sembuh,” tulis Edoardo Corvi yang disertai emoji tangan berdoa sebagai bentuk simpati.
Dilansir dari La Gazzetta Dello Sport, Loftus-Cheek dijadwalkan menjalani operasi pada Senin (23/2) pagi waktu setempat.
”Setelah menjalani pemeriksaan medis, Ruben Loftus-Cheek tidak mengalami gegar otak maupun kehilangan kesadaran. Namun, benturan tersebut menyebabkan fraktur pada gigi bagian atas dan tulang alveolar rahang atas. Ia akan menjalani operasi,” kata pihak klub dalam pernyataan resminya.
AC Milan sebelumnya mencatatkan rangkaian hasil impresif dengan 24 pertandingan tanpa kekalahan (dari 26 pertandingan yang telah dijalani) di Serie A. Namun, kekalahan dari Parma di San Siro resmi menghentikan rekor itu dan menjadi kekalahan kedua mereka setelah melalui periode panjang tanpa tumbang.
AC Milan tercatat terakhir kali tumbang di Serie A musim ini saat melawan Cremonese pada 24 Agustus 2025. Kekalahan itu menambah kekecewaan tuan rumah setelah sebelumnya Milan hanya bermain imbang 1-1 melawan Como di kandang sendiri.
Sementara itu, bagi Parma hasil itu menjadi kemenangan ketiga secara beruntun dan mengangkat posisi mereka ke peringkat ke-12 klasemen dengan 32 poin.
