
Antonin Kinsky lakukan blunder di laga kekalahan Tottenham Hotspur lawan Atletico Madrid. (Dok. Tottenham Hotspur)
JawaPos.com - Tottenham Hotspur mengalami malam yang sangat sulit saat bertandang ke Wanda Metropolitano dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid. Dalam pertandingan tersebut, Spurs harus menerima kekalahan menyakitkan setelah kesalahan fatal di awal laga membuat mereka tertinggal jauh.
Tim asal London itu sudah berada dalam posisi sulit sejak menit-menit awal pertandingan. Atletico tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Tottenham. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Spurs sudah tertinggal tiga gol akibat serangkaian kesalahan yang merugikan.
Dua di antaranya berasal dari blunder kiper muda Antonin Kinsky, sementara satu kesalahan lainnya datang dari bek Micky van de Ven. Situasi tersebut membuat Tottenham kehilangan momentum dan kesulitan bangkit sepanjang pertandingan.
Bagi Kinsky sendiri, laga ini menjadi penampilan starter pertamanya sejak terakhir kali tampil di Carabao Cup pada Oktober tahun lalu. Keputusan manajer Igor Tudor untuk langsung menurunkan kiper muda itu dalam pertandingan besar Eropa menjadi sorotan banyak pihak.
Setelah melakukan dua kesalahan dalam waktu singkat, Kinsky akhirnya ditarik keluar oleh Tudor. Namun keputusan itu justru memicu kritik, terutama terkait cara sang manajer memperlakukan pemainnya.
Melansir Spurs Web, mantan kiper Inggris, Joe Hart, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik situasi tersebut. Ia mengaku merasa sangat kasihan melihat apa yang dialami oleh Kinsky di lapangan.
“Sudah lenyap. Itu umpan yang sangat sulit, dia salah melakukannya. Kaki kiri ke kaki kanan. Ya ampun.”
“Hati saya hancur. Dia mengalami 14 menit yang buruk, tidak ada yang bisa menyangkalnya. Bahkan seluruh stadion merasa kasihan padanya.”
Menurut Hart, yang paling mengecewakan adalah bagaimana Tudor bereaksi setelah menarik keluar kiper mudanya.
“Anda lihat, Tudor bahkan tidak mengakui keberadaan kipernya. Sama sekali tidak mengakuinya. Jika itu yang disebut manajemen pemain, saya sangat tercengang.”
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Steve McManaman yang ikut menjadi analis dalam siaran pertandingan tersebut. Ia menilai tindakan Tudor menunjukkan manajemen pemain yang buruk.
“Itulah manajemen pemain yang sangat buruk. Ada seorang pria di belakang, berpakaian hitam, dia menghampiri dan memeluknya, dua atau tiga pemain memeluknya.”
“Kiper malang itu mengalami malam yang buruk setelah dipilih oleh manajernya sendiri, dan manajernya bahkan tidak mengakui keberadaannya, tidak menghampirinya dan meminta maaf, tidak mempermasalahkannya, tidak merangkulnya, tidak melakukan sesuatu untuk mempengaruhi situasi. Itu sangat dingin. Kejam.”

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
