
Aksi Calvin Verdonk bersama Lille. (Dok. Calvin Verdonk)
JawaPos.com–Laga panas tersaji saat Olympique Marseille menjamu LOSC Lille di Stadion Stade Velodrome, Minggu (22/3) malam. Pertandingan ini tak hanya menyajikan tiga gol, tetapi juga momen kontroversial yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk.
Dalam duel yang berlangsung ketat, Lille sukses mencuri kemenangan 2-1 atas tuan rumah Marseille. Tim tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol Ethan Nwaneri di menit ke-43.
Namun, Lille bangkit di babak kedua melalui gol Thomas Meunier pada menit ke-49 dan penyerang veteran Olivier Giroud di menit ke-86. Di balik kemenangan Lille, sorotan tertuju pada aksi Calvin Verdonk saat menghentikan pergerakan Mason Greenwood.
Baca Juga: FIFA Series Jakarta 2026: Kepulauan Solomon Rilis Skuad, Targetkan Kejutan Lawan Bulgaria
Bek kiri tersebut melakukan body charge untuk menggagalkan serangan balik cepat Marseille. Mason Greenwood terjatuh, memicu ketegangan di lapangan dan sempat terjadi keributan kecil antar pemain.
Wasit akhirnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain. Meski keputusan tersebut dinilai adil, reaksi menarik justru datang dari para pendukung Lille.
Banyak fans memuji tindakan Verdonk yang dianggap sebagai langkah cerdas untuk menghentikan peluang berbahaya lawan. Di media sosial, sejumlah pendukung Lille bahkan menyebut Greenwood pantas mendapatkannya, mengacu pada kerasnya duel yang terjadi sepanjang pertandingan.
Aksi Verdonk dinilai menunjukkan determinasi tinggi serta kecerdikan dalam membaca situasi permainan. Secara keseluruhan, Lille tampil lebih efektif di babak kedua. Pergantian strategi membuat mereka mampu mengontrol permainan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Marseille.
Gol penentu dari Giroud menjadi bukti pengalaman sang striker dalam momen krusial. Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Lille dalam menjaga konsistensi mereka di kompetisi domestik. Sementara itu, Marseille harus mengevaluasi lini pertahanan mereka yang kerap kehilangan fokus di momen-momen penting.
Bagi Verdonk sendiri, performa ini bisa menjadi sinyal positif jelang agenda Timnas Indonesia berikutnya. Selain solid dalam bertahan, ia juga menunjukkan mentalitas kompetitif di level tinggi Eropa.
