
Riccardo Calafiori. (Dok. The New York TImes)
JawaPos.com – Enam puluh delapan tahun lalu, Italia harus mengakui keunggulan Irlandia Utara 1-2 di Windsor Park, Belfast. Hasil tersebut memastikan Gli Azzurri –julukan Italia– tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 1958. Itu jadi kegagalan pertama mereka lolos Piala Dunia sejak ikut serta pada edisi 1938.
Kegagalan tersebut kemudian jadi pemicu perubahan besar. Presiden federasi Ottorino Barassi dicopot, tim dibongkar, dan banyak pemain tidak pernah lagi dipanggil. Allenatore Alfredo Foni hanya bertahan satu laga sebelum akhirnya dipecat.
Memori 1958 itu kembali mengemuka jelang laga Italia lawan Irlandia Utara di New Balance Arena, Bergamo, dini hari nanti (siaran langsung RCTI/Soccer Channel/Vision+ pukul 02.45 WIB). Sama seperti enam dekade lalu, keduanya kembali bertemu dalam laga penentu babak kualifikasi atau tepatnya dalam semifinal playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA.
Italia punya keuntungan. Gianluigi Donnarumma dkk tidak bermain di Belfast seperti enam dekade lalu, melainkan di hadapan pendukung sendiri di Bergamo. ”Kami percaya bisa melaluinya (semifinal playoff lawan Irlandia Utara, Red),” kata Gianluca Scamacca, striker Italia yang familier dengan New Balance Arena karena jadi kandang klubnya, Atalanta BC, seperti dilansir dari Sky Sport Italia.
Semangati Tim Setiap Hari
Allenatore Italia, Gennaro Gattuso juga menyadari begitu krusialnya laga dini hari nanti. Kalau sampai kalah, maka Italia hat-trick gagal lolos ke Piala Dunia (absen di 2018 dan 2022). ”Semua pemain yang ada di sini menyadari apa yang kami perjuangkan dan betapa pentingnya pertandingan ini,” kata Gattuso seperti dikutip dari Football Italia.
”Bayangkan, saya memberi tahu mereka tentang hal ini setiap hari, setiap saat. Kami melakukan apa yang harus kami lakukan agar dapat menjalani pertandingan dengan tenang,” imbuh pelatih yang menangani Italia per Juni 2025 tersebut.
Unggul Materi Pemain
Di atas kertas, Italia punya materi pemain di atas Irlandia Utara. Meski begitu, Gattuso tetap waspada. ”Kami harus tahu bagaimana mengenali bahaya. Lawan mungkin tidak memiliki banyak kualitas, tetapi mereka banyak berlari, memiliki semangat juang yang tinggi, dan sering melakukan penyelamatan gemilang. Mereka juga menakutkan dalam situasi bola mati. Jadi, kata pertama yang harus diperhatikan adalah: waspada,” beber Gattuso.
Baca Juga:Pilih Pindah ke MLS, Striker Atletico Madrid Antoine Griezmann Bakal Berkostum Orlando City SC
Banyak Penggawa Belum Fit

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
