
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, ditarget manajemen Juku Eja hingga akhir musim. (Dok I.League)
JawaPos.com - PSM Makassar harus waspada. PSBS Biak bisa saja memberi kejutan pada laga mendatang.
Kedua tim sendiri rencananya bakal bentrok di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, pada laga pekan ke-13 Super League musim ini, Jumat, 21 November 2025. PSM bertatus tuan rumah.
Kemenangan tentu sangat penting dan menentukan bagi PSM, untuk ambil peran dalam persaingan naik ke papan atas. Saat ini, posisinya berada di peringkat 12, atau hanya empat peringkat di atas posisi degradasi.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, juga menegaskan misi untuk menang. Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu mengaku, kemenangan menjadi hal yang wajib diperjuangkan dalam setiap pertandingan.
Akan tetapi, dia akan melakukannya step by step dari satu pertandingan ke pertandingan yang lain. "Kemenangan tentu menjadi hal yang selalu kita perjuangkan. Tetapi kondisi ini tidak bisa dilakukan hanya dalam satu-da latihan, atau dalam satu dan dua pertandingan saja," kata dia.
Ini memang patut diatensi. Mengingat, PSBS tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tetap harus diwaspadai. Sebab, saat ini mereka juga dalam masa kebangkitan, usai menang 2-1 di partai terakhir melawan Persita Tangerang.
Ubah Skema
Suporter PSM Makassar, Noeryana menilai, PSM tidak boleh lagi mempertahankan pakem lama. Begitu unggul, lalu mati-matian bertahan. Skema bertahan justru memberikan peluang kepada lawan untuk mencetak gol balasan.
"PSM sebelumnya selalu begitu, kalau sudah menang, ya, bertahan. Akhirnya, kan, justru sering kebobolan dan membuat tim gagal meraih poin penuh, bahkan di-comeback oleh lawan," kata dia.
Dia juga menilai, di tangan Tomas Trucha PSM memiliki harapan yang lebih baik. Pada laga melawan Persik Kediri, setelah unggul, PSM tidak redup dalam menyerang. Ini dianggap sebagai sesuatu yang baik.
"Pelatih baru ini sepertinya bagus, meskipun menang, tidak mau berhenti menyerang. Mudah-mudahan seperti itu terus," terangnya.
PSM juga tidak boleh memandang enteng siapa pun lawannya. Sebab, merasa lebih baik dari lawan bisa menjadi petaka bagi mereka sendiri.
"Tidak ada lawan yang boleh diremehkan, bagaimanapun kondisinya. PSM harus berjuang maksimal, karena kalau meremehkan berarti sama dengan menggali kuburan sendiri," jelasnya. (wid/zuk)
