
Rivalitas sengit antara Alain Prost (kanan) dan Ayrton Senna (kiri) di McLaren. (autoweek.com)
Pada musim 1992, Prost tidak membalap di tim manapun, Prost menjadi komentator balap F1 di televisi.
Setelah menjadi komentator di televisi selama satu musim, Prost kembali ke Formula 1 bersama Williams. Musim 1993 berjalan dengan mulus tanpa perlawanan dari Ayrton Senna dengan McLaren bermesin Fordnya itu. Williams-Renault yang dikemudikannya terlalu superior pada musim itu, sehingga ia mendapatkan juara dunia keempatnya sekaligus terakhirnya.
Musim 1993 berakhir, Prost menyatakan pensiun dari dunia balap Formula 1. Statistik terakhirnya bersama Williams-Renault adalah 16 kali balapan, tujuh kemenangan, 13 podium, 13 pole position, 99 poin dan satu gelar juara dunia pembalap.
