
Max Verstappen (Instagram @maxverstappen1)
JawaPos.com – Max Verstappen melontarkan kritik keras terhadap regulasi terbaru di ajang Formula One setelah mengalami akhir pekan yang sulit di Chinese Grand Prix.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Selasa (17/3), Pembalap dari Red Bull Racing itu bahkan terpaksa mengundurkan diri dari balapan utama karena masalah teknis pada mobilnya.
Verstappen menilai aturan baru yang diterapkan berpotensi merusak kualitas kompetisi dalam kejuaraan tersebut.
Masalah mulai muncul sejak sesi kualifikasi ketika Verstappen mengalami putaran tak terduga akibat penguncian roda belakang. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mencatatkan waktu kompetitif. Situasi semakin rumit ketika berbagai kendala teknis muncul saat balapan berlangsung.
Selama balapan, Verstappen mengalami kesulitan mengendalikan mobilnya akibat gangguan pada sistem pengereman hibrida.
Masalah tersebut membuat mobilnya sulit dikendalikan dan menghambat peluang untuk memperbaiki posisi. Akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari balapan tanpa meraih satu poin pun.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Verstappen dalam persaingan gelar musim ini. Ia kini tertinggal 43 poin dari pemimpin klasemen sementara, George Russell, yang membela Mercedes-AMG Petronas Formula One Team. Verstappen menilai regulasi yang berlaku saat ini memberikan keuntungan bagi beberapa tim tertentu.
Setelah balapan berakhir, Verstappen secara terbuka mengkritik kebijakan yang diterapkan oleh Fédération Internationale de l’Automobile dan Formula One Management.
Verstappen memperingatkan bahwa arah pengembangan regulasi tersebut dapat berdampak buruk bagi masa depan olahraga balap tersebut. Menurutnya, keputusan yang terlalu dipengaruhi kepentingan politik tim dapat mengganggu keseimbangan kompetisi.
Verstappen juga menilai banyak pembalap lain memiliki kekhawatiran serupa mengenai meningkatnya peran sistem tenaga listrik dan kesenjangan performa mesin antar tim.
Meski demikian, Verstappen tetap membuka peluang untuk mengejar tantangan lain di dunia balap, termasuk kemungkinan tampil di ajang 24 Hours of Nürburgring dengan mobil Mercedes-AMG GT3.
Namun Verstappen juga menegaskan bahwa Formula 1 perlu segera mengevaluasi arah regulasinya sebelum dampak negatifnya semakin besar.
