Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2025, 14.25 WIB

Pakar sebut Koin Jagat Harus Disikapi dengan Bijak, Cegah Masyarakat Berfikir Ingin Kaya dengan Cara Instan

Perburuan koin Jagat di Surabaya. (Tangkapan layar unggahan video instagram @lovesuroboyo) - Image

Perburuan koin Jagat di Surabaya. (Tangkapan layar unggahan video instagram @lovesuroboyo)

 
JawaPos.com - Pakar Komunikasi Universitas Airlangga, Andria Saptyasari mengungkapkan pandangannya tentang fenomena perburuan Koin Jagat, yang belakangan ini menjadi tren di beberapa kota besar, termasuk Surabaya.
 
Tidak sedikit masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari keberadaan kepingan koin berhadiah yang viral di media sosial.
 
Aplikasi permainan Jagat memberikan pengalaman yang memungkinkan pengguna menjelajahi kota guna mengumpulkan koin. Kepingan koin yang ditemukan nantinya dapat ditukar menjadi uang elektronik.
 
"Ini dampak dari perkembangan teknologi digital yang tidak bisa terhindarkan. Terlebih bagi mereka yang terhimpit ekonomi. Menghilangkan penat sekaligus cuan semakin menarik bagi yang melakukannya," ujar Andria, Minggu (19/1).
 
Bagaimana tidak, hadiah uang elektronik yang ditawarkan bervariasi, bergantung jenis kepingan Koin Jagat yang ditemukan. Mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Imbalan ini lah yang sukses menarik minat masyarakat.
 
 
"Pengguna bisa jadi terdorong oleh reward yang ditawarkan, apalagi masyarakat ini lebih suka diberi reward daripada punishment. Koin Jagat ini juga mirip dengan fenomena Pokemon Go yang pernah populer juga," imbuhnya.
 
Meski begitu, Andria menegaskan bahwa Koin Jagat perlu disikapi dengan bijak. Jika dibiarkan begitu sama, maka permainan ini bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap konsep uang dan harta. 
 
"Ini yang memunculkan masyarakat cenderung ingin instan dalam mencari rezeki. Padahal esensi manusia mencari rezeki harusnya berdasarkan pada how dan why (usaha dan kemampuan yang dimiliki," terang Andria.
 
Andria juga memperingatkan bahwa jika generasi muda terus tertarik pada cara-cara instan semacam ini, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi generasi yang mudah stres, cemas, dan depresi dalam menjalani hidup.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore