Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2024, 14.33 WIB

Santri Dituduh Mencuri, Dikeroyok hingga Tewas, Polisi Blitar Masih Lakukan Pengusutan

Sejumlah pentakziah di rumah duka santri yang meninggal dunia setelah dikeroyok temannya di sebuah pondok pesantren Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. - Image

Sejumlah pentakziah di rumah duka santri yang meninggal dunia setelah dikeroyok temannya di sebuah pondok pesantren Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

JawaPos.com–Aparat Kepolisian Resor Blitar masih mengusut kasus pengeroyokan santri dari pondok pesantren di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Kejadian itu mengakibatkan seorang korban meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Rizal mengatakan, saat ini masih mengusut perkara tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa terkait dengan kejadian itu.

”Sampai dengan saat ini sudah 21 orang yang telah dimintai keterangan,” kata Febby Pahlevi Rizal seperti dilansir dari Antara di Blitar.

Polisi masih enggan menjelaskan perkembangan penyelidikan tersebut, termasuk soal penetapan tersangka. Febby Pahlevi Rizal hanya mengatakan kasus itu masih terus diselidiki.

Sementara itu, paman korban Heru Wahyudi mengatakan, keluarga baru diberi kabar pada Rabu (3/1) malam setelah keponakannya di rumah sakit. Saat itu, korban sudah koma sehingga tidak bisa ditanya. Dari pesantren pun tidak bisa memberikan informasi yang membuat keluarga lebih tenang dan hanya menyatakan konsentrasi ke korban saat itu.

”Kronologi seperti apa tidak tahu, dari keluarga tidak mengetahui. Keluarga diberi tahu Rabu (3/1) malam, kondisinya sudah koma,” ucap Heru Wahyudi.

Keluarga, lanjut dia, menyesalkan dengan kejadian itu dan meminta aparat kepolisian mengusutnya.

Santri tersebut berinisial MA, 14, asal Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Dia meninggal dunia setelah mendapat perawatan lima hari di Rumah Sakit Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (2/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban dikeroyok sejumlah temannya di lingkungan pondok pesantren. Korban dituduh mencuri uang teman-temannya.

Sebelumnya, selisih antara korban dengan teman-temannya pernah terjadi pada Desember 2023, namun setelah dilakukan mediasi bisa selesai. Namun, masalah kembali muncul hingga terjadi pengeroyokan pada Selasa (2/1) tersebut.

Pengeroyokan tersebut mengakibatkan korban tidak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Aulia, Kabupaten Blitar. Namun, kondisinya yang parah oleh keluarga akhirnya dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar.

Orang tua korban yang mengetahui kondisi tubuh anaknya babak belur, tidak terima, dan akhirnya melaporkan kejadian pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Polres Blitar. Korban yang masih duduk di kelas tujuh bangku SMP Negeri 1 Sutojayan tersebut meninggal dunia pada Minggu (7/1) pagi dan dimakamkan keluarga di tempat pemakaman umum (TPU) dekat dengan rumah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore