
Pejalan kaki menyeberang di zebra cross Pac-Man di kawasan Tebet, Jaksel. (Instagram @berkemas)
JawaPos.com-Aksi kreatif seorang seniman grafiti yang membuat zebra cross dengan karakter permainan Pac-Man di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, mendadak viral di media sosial. Aksi yang dilakukan oleh akun @berkemas ini merupakan bentuk protes warga karena fasilitas penyeberangan di lokasi tersebut dinilai tidak memadai.
Warga mengeluhkan zebra cross yang hanya tersedia di satu sisi jalan, sehingga membahayakan pejalan kaki yang ingin melintas dengan aman.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memberikan apresiasi atas kepedulian masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa pembuatan marka jalan memiliki aturan teknis yang ketat.
Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny menegaskan, estetika tidak boleh mengalahkan aturan standar keselamatan.
"Perlu kami sampaikan bahwa pembuatan marka jalan, termasuk zebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku," ujar Siti Dinarwenny dikutip Senin (30/3).
Alasan Zebra Cross di Tebet Belum Terpasang
Wenny menjelaskan alasan mengapa fasilitas penyeberangan di lokasi tersebut seolah "menghilang". Ternyata, hal ini merupakan dampak dari proyek infrastruktur yang dilakukan pada akhir tahun lalu.
Menurutnya, marka lama tertutup akibat proses pengaspalan ulang jalan dan penataan trotoar pada akhir 2025.
"Kondisi ini terjadi karena adanya kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan/peningkatan trotoar pada akhir tahun 2025, yang menyebabkan marka zebra cross eksisting tertutup oleh lapisan aspal baru," ucapnya.
Mengapa Tidak Langsung Dicat Ulang?
Banyak warga bertanya-tanya mengapa perbaikan marka jalan memakan waktu lama. Bina Marga menjelaskan bahwa ada proses teknis yang harus dilewati agar cat marka jalan tidak mudah mengelupas.
"Perlu diketahui, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan, karena material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal," tegas Wenny.
Lebih lanjut, Wenny menambahkan bahwa desain marka jalan harus seragam untuk menghindari bahaya bagi pengendara.
"Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," tutur Wenny.
Bagi warga Tebet yang sering melintas di Jalan Soepomo, Dinas Bina Marga memastikan bahwa lokasi tersebut sudah masuk dalam daftar prioritas penanganan tahun ini.
