
Ilustrasi mobil listrik yang mengisi daya di sebuah SPKLU di dalam rest area tol. (Dok/JawaPos.com)
Beban kendaraan yang berlebihan juga dapat memengaruhi efisiensi energi mobil listrik. Pengemudi sebaiknya hanya membawa barang yang benar-benar diperlukan.
Selain itu, penggunaan roof rack kosong juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan hambatan udara saat kendaraan melaju.
6. Manfaatkan fitur regenerative braking
Mobil listrik umumnya dilengkapi fitur regenerative braking yang memungkinkan energi pengereman dikonversi kembali menjadi listrik.
Pengemudi dapat memanfaatkannya dengan cara mengangkat pedal akselerator lebih awal dibandingkan melakukan pengereman mendadak.
7. Gunakan fitur preconditioning sebelum perjalanan
Preconditioning merupakan proses mengondisikan suhu kabin dan baterai saat mobil masih terhubung dengan charger.
Dengan cara ini, energi untuk mendinginkan atau memanaskan kendaraan diambil dari listrik charger, bukan dari baterai mobil.
Selain membantu menghemat energi saat perjalanan dimulai, preconditioning juga dapat mempercepat proses pengisian daya serta mendukung kesehatan baterai dalam jangka panjang.
8. Rencanakan rute dan titik pengisian daya
Perencanaan perjalanan juga menjadi faktor penting dalam efisiensi energi kendaraan listrik. Pengemudi dapat menggunakan aplikasi seperti ABRP (A Better Route Planner) atau PLN Mobile untuk merencanakan rute dan titik pengisian daya.
Dengan perencanaan yang baik, pengemudi dapat menjaga buffer baterai sekitar 15–25 persen tanpa harus terburu-buru mencari stasiun pengisian berikutnya.
9. Istirahat secara berkala saat perjalanan jauh
Selain faktor kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga memengaruhi perjalanan mudik. Pengemudi disarankan tidak berkendara lebih dari sekitar dua jam tanpa jeda.
