
seseorang yang lebih cocok menjadi pemimpin./Freepik/dusanpetkovic
JawaPos.com - Dalam keseharian, kita sering menjumpai orang yang mudah tersulut emosi saat berhadapan dengan layanan pelanggan—entah di bank, toko online, restoran, atau call center.
Namun, jika seseorang sudah melewati usia 40 tahun dan masih sering bersitegang dengan customer service, psikologi memandang hal ini bukan sekadar soal “pelayanan buruk”, tetapi mencerminkan pola kepribadian dan cara berpikir yang lebih dalam.
Usia 40 sejatinya adalah masa ketika seseorang sudah matang secara emosional.
Namun, jika konflik kecil terus muncul dalam interaksi sosial, terutama dengan petugas layanan, ada kemungkinan beberapa aspek kepribadian yang belum seimbang.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (19/10), terdapat tujuh karakter yang biasanya dimiliki oleh orang-orang tersebut, menurut kacamata psikologi.
1. Perfeksionis Tingkat Tinggi: Sulit Toleransi pada Kesalahan Kecil
Orang dengan kecenderungan perfeksionis memiliki standar yang sangat tinggi terhadap segala hal, termasuk pelayanan.
Mereka menginginkan segala sesuatu berjalan rapi, cepat, dan tanpa cela.
Saat customer service sedikit saja melakukan kesalahan atau lambat merespons, mereka langsung merasa terganggu.
Menurut psikologi kepribadian, tipe perfeksionis sering kali merasa kehilangan kendali bila lingkungan tidak sesuai ekspektasi.
Akibatnya, mereka mudah mengkritik atau berdebat, meski sebenarnya masalahnya sepele.
2. Rendah dalam Empati Sosial: Kurang Mampu Melihat dari Sudut Pandang Orang Lain
Salah satu penyebab utama konflik dengan petugas layanan adalah rendahnya empati.
Orang yang berusia matang tapi masih sering marah kepada customer service biasanya kesulitan menempatkan diri pada posisi lawan bicara.
Mereka tidak memikirkan tekanan yang dialami petugas—seperti aturan perusahaan, antrian panjang, atau keterbatasan sistem.
