Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2026, 10.51 WIB

7 Alasan Orang Dewasa Lebih Memilih Berbicara kepada Hewan Peliharaan daripada kepada Keluarga Menurut Psikologi

seseorang yang sering berbicara dengan hewan peliharaan./Freepik/freepik - Image

seseorang yang sering berbicara dengan hewan peliharaan./Freepik/freepik

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang dewasa terlihat berbicara dengan hewan peliharaan mereka—baik itu kucing, anjing, burung, atau hewan lain.

Mereka bercerita tentang hari yang melelahkan, mengungkapkan perasaan, bahkan meminta “pendapat” dari hewan tersebut. Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terlihat aneh. Namun menurut psikologi, perilaku ini sebenarnya sangat umum dan memiliki alasan emosional yang kuat.

Banyak penelitian dalam bidang psikologi sosial dan psikologi hubungan manusia-hewan menunjukkan bahwa hewan peliharaan dapat menjadi sumber dukungan emosional yang penting.

 Dalam beberapa kasus, orang dewasa bahkan merasa lebih nyaman berbicara dengan hewan peliharaan dibandingkan dengan anggota keluarga mereka sendiri.

Dilansir dari Geediting pada Senin (16/3), terdapat tujuh alasan psikologis mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Hewan Peliharaan Tidak Menghakimi


Salah satu alasan terbesar seseorang merasa nyaman berbicara dengan hewan peliharaan adalah karena mereka tidak memberikan penilaian atau kritik.

Ketika seseorang berbicara dengan keluarga, sering kali muncul rasa takut akan dihakimi, disalahkan, atau dianggap lemah. Sebaliknya, hewan peliharaan hanya mendengarkan dengan tenang. Mereka tidak memotong pembicaraan, tidak memberi nasihat yang menyakitkan, dan tidak mengkritik.

Dalam psikologi, kondisi ini disebut “non-judgmental support”, yaitu dukungan emosional tanpa penilaian. Hal ini membuat seseorang merasa aman untuk mengekspresikan perasaan terdalamnya.

2. Memberikan Rasa Aman Secara Emosional

Hewan peliharaan sering dianggap sebagai tempat “pelarian emosional” yang aman. Ketika seseorang merasa stres, marah, atau sedih, berbicara dengan hewan peliharaan dapat membantu menenangkan pikiran.

Banyak studi menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan peliharaan dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti oksitosin. Karena itu, berbicara dengan hewan peliharaan sering kali menjadi cara sederhana untuk menenangkan diri.

3. Tidak Ada Risiko Konflik

Dalam keluarga, percakapan kadang bisa berubah menjadi perdebatan atau konflik. Perbedaan pendapat, emosi, atau masalah lama dapat membuat komunikasi menjadi rumit.

Hewan peliharaan tidak akan memperdebatkan apa pun. Mereka tidak menyimpan dendam, tidak memperbesar masalah, dan tidak menilai masa lalu seseorang. Karena itu, berbicara kepada hewan peliharaan terasa jauh lebih ringan dan bebas tekanan.

4. Hewan Peliharaan Memberikan Perhatian Penuh


Ketika seseorang berbicara dengan hewan peliharaan, mereka sering merasa benar-benar “didengarkan”. Seekor anjing yang menatap pemiliknya atau kucing yang duduk di dekatnya bisa memberikan kesan perhatian penuh.

Sebaliknya, dalam percakapan keluarga, sering kali ada distraksi seperti ponsel, televisi, atau kesibukan lainnya. Kurangnya perhatian ini dapat membuat seseorang merasa tidak didengar.

Hewan peliharaan, dengan cara mereka sendiri, memberikan bentuk perhatian yang sederhana tetapi terasa tulus.

5. Hubungan yang Lebih Sederhana dan Tulus


Hubungan manusia sering kali rumit. Ada ekspektasi, tanggung jawab, konflik masa lalu, dan berbagai emosi yang bercampur.

Hubungan dengan hewan peliharaan jauh lebih sederhana. Mereka memberikan kasih sayang tanpa syarat (unconditional affection). Bagi banyak orang, kesederhanaan ini membuat hubungan terasa lebih tulus dan nyaman.

Karena itulah seseorang bisa merasa lebih mudah berbicara secara jujur kepada hewan peliharaan dibandingkan kepada manusia lain.

6. Membantu Mengatasi Kesepian

Banyak orang dewasa mengalami kesepian, bahkan ketika mereka memiliki keluarga. Kesibukan, jarak emosional, atau perubahan kehidupan dapat membuat seseorang merasa sendirian.

Hewan peliharaan sering menjadi sumber kehadiran emosional yang penting. Berbicara kepada mereka dapat memberikan rasa ditemani dan mengurangi perasaan sepi.

Dalam psikologi, fenomena ini sering dikaitkan dengan “companion animal effect”, yaitu efek positif dari kehadiran hewan sebagai teman emosional.

7. Cara Alami untuk Melepaskan Emosi


Berbicara dengan hewan peliharaan juga dapat menjadi bentuk self-talk atau dialog internal yang sehat. Ketika seseorang mengungkapkan perasaan dengan suara keras—meskipun kepada hewan—mereka sebenarnya sedang memproses emosi mereka sendiri.

Proses ini membantu seseorang:

memahami perasaan mereka

mengurangi tekanan mental

menemukan solusi terhadap masalah

Dengan kata lain, hewan peliharaan sering berperan sebagai “pendengar terapi” yang membantu seseorang mengatur emosi mereka.

Kesimpulan

Berbicara dengan hewan peliharaan bukanlah perilaku aneh atau kekanak-kanakan. Sebaliknya, menurut psikologi, hal ini merupakan bentuk hubungan emosional yang sehat antara manusia dan hewan.

Hewan peliharaan menawarkan sesuatu yang terkadang sulit ditemukan dalam hubungan manusia: penerimaan tanpa syarat, perhatian penuh, dan kenyamanan emosional tanpa konflik.

Namun demikian, penting juga untuk tetap menjaga komunikasi yang sehat dengan keluarga dan orang terdekat. Hewan peliharaan dapat menjadi sumber dukungan emosional yang luar biasa, tetapi hubungan manusia tetap memiliki peran penting dalam kesejahteraan psikologis kita.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore