
seseorang yang sering berbicara dengan hewan peliharaan./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang dewasa terlihat berbicara dengan hewan peliharaan mereka—baik itu kucing, anjing, burung, atau hewan lain.
Mereka bercerita tentang hari yang melelahkan, mengungkapkan perasaan, bahkan meminta “pendapat” dari hewan tersebut. Bagi sebagian orang, kebiasaan ini mungkin terlihat aneh. Namun menurut psikologi, perilaku ini sebenarnya sangat umum dan memiliki alasan emosional yang kuat.
Banyak penelitian dalam bidang psikologi sosial dan psikologi hubungan manusia-hewan menunjukkan bahwa hewan peliharaan dapat menjadi sumber dukungan emosional yang penting.
Dalam beberapa kasus, orang dewasa bahkan merasa lebih nyaman berbicara dengan hewan peliharaan dibandingkan dengan anggota keluarga mereka sendiri.
Dilansir dari Geediting pada Senin (16/3), terdapat tujuh alasan psikologis mengapa hal tersebut bisa terjadi.
1. Hewan Peliharaan Tidak Menghakimi
Salah satu alasan terbesar seseorang merasa nyaman berbicara dengan hewan peliharaan adalah karena mereka tidak memberikan penilaian atau kritik.
Ketika seseorang berbicara dengan keluarga, sering kali muncul rasa takut akan dihakimi, disalahkan, atau dianggap lemah. Sebaliknya, hewan peliharaan hanya mendengarkan dengan tenang. Mereka tidak memotong pembicaraan, tidak memberi nasihat yang menyakitkan, dan tidak mengkritik.
Dalam psikologi, kondisi ini disebut “non-judgmental support”, yaitu dukungan emosional tanpa penilaian. Hal ini membuat seseorang merasa aman untuk mengekspresikan perasaan terdalamnya.
2. Memberikan Rasa Aman Secara Emosional
Hewan peliharaan sering dianggap sebagai tempat “pelarian emosional” yang aman. Ketika seseorang merasa stres, marah, atau sedih, berbicara dengan hewan peliharaan dapat membantu menenangkan pikiran.
Banyak studi menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan peliharaan dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti oksitosin. Karena itu, berbicara dengan hewan peliharaan sering kali menjadi cara sederhana untuk menenangkan diri.
3. Tidak Ada Risiko Konflik
Dalam keluarga, percakapan kadang bisa berubah menjadi perdebatan atau konflik. Perbedaan pendapat, emosi, atau masalah lama dapat membuat komunikasi menjadi rumit.
Hewan peliharaan tidak akan memperdebatkan apa pun. Mereka tidak menyimpan dendam, tidak memperbesar masalah, dan tidak menilai masa lalu seseorang. Karena itu, berbicara kepada hewan peliharaan terasa jauh lebih ringan dan bebas tekanan.
4. Hewan Peliharaan Memberikan Perhatian Penuh
Ketika seseorang berbicara dengan hewan peliharaan, mereka sering merasa benar-benar “didengarkan”. Seekor anjing yang menatap pemiliknya atau kucing yang duduk di dekatnya bisa memberikan kesan perhatian penuh.
Sebaliknya, dalam percakapan keluarga, sering kali ada distraksi seperti ponsel, televisi, atau kesibukan lainnya. Kurangnya perhatian ini dapat membuat seseorang merasa tidak didengar.
Hewan peliharaan, dengan cara mereka sendiri, memberikan bentuk perhatian yang sederhana tetapi terasa tulus.
5. Hubungan yang Lebih Sederhana dan Tulus
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022